Komitmen yang tak kalah pentingnya yang diusung Fadel Muhammad adalah membersihkan PSSI dari mafia sepakbola. Di samping integritas pengurus, menurut Fadel, hal itu bisa dilakukan dengan membangun firewall (batas) antara pengurus dengan pelaksanaan liga.
“Salah satu pemicu yang menyebabkan adanya mafia sepakbola dikarenakan pengurus ikut bertaruh dalam pertandingan. Maka itu yang harus dihilangkan. Pengurus tidak boleh masuk ke situ,†urai Fadel Muhammad.
Faktor pembinaan juga akan menjadi perhatian Fadel Muhammad. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengaku telah melihat langsung proses pembinaan sepakbola di Argentina. Bahkan dirinya bertemu dan berbincang langsung dengan Ketua Federasi Sepak Bola Argentina belum lama ini.
“Di Argentina pembinaan sepakbola itu dari usia dini. Anak-anak yang usia 7-8 dilihat dan dianalisis bakatnya. Mereka yang berpotensi itu dilakukan pembinaan. Dan untuk pembinaan mereka melibatkan sponsor dari perusahan-perusahaan,†beber Fadel Muhammad.
“Perusahan-perusahan yang memberikan sponsor tersebut diberi kebijakan khusus. Seperti pemotongan pajak ataupun intensif dalam bentuk. Saya rasa itu bisa juga diterapkan di Indonesia,†sambung Fadel menambahkan.
Disinggung mengenai sejumlah nama besar yang ikut bertarung? Fadel menegaskan, keikutsertaan dirinya maju dalam pencalonan Ketum PSSI adalah menghargai aspirasi.
“Tidak ngotot mesti Ketua Umum. Kalaupun nantinya diminta duduk di pengurus dan membantu mengembangkan PSSI, saya siap membantu,†tandas Fadel Muhammad.
Sebagaimana diketahui, sejumlah nama mencuat sebagai kandidat Ketum PSSI. Mereka di antaranya ada Erick Tohir, Muhaimin Iskandar serta Krishna Mukti. (gp/hg)
