Fasilitas Kapal Milik Salah Satu Bumdes di Boalemo Diduga Digelapkan

×

Fasilitas Kapal Milik Salah Satu Bumdes di Boalemo Diduga Digelapkan

Sebarkan artikel ini
Kondisi awal kapal (Kiri), Kondisi terkini kapal BUMDes (Kanan). (Foto: Istimewa)
Kondisi awal kapal (Kiri), Kondisi terkini kapal BUMDes (Kanan). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sejumlah fasilitas kapal milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nurul Bahri, Desa Tabulo Selatan, Mananggu, Boalemo, bantuan dari Kementerian Perhubungan pada 2019 lalu, diduga digelapkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang warga yang juga mantan Ketua BUMDes Nurul Bahri, Alfian Bobihu. Saat ini kata dia, kondisi kapal sudah kumuh tak terawat sejak dikontrakan ke Wakai, Kabupaten Tojo Una-una, Sulteng.

“Informasi yang saya dapat dari Una-una yang mengecek langsung kondisi kapal di sana, mengatakan, semua fasilitas kapal sudah tidak ada. Termasuk mesin tempel bertenaga 200PK sebanyak 2 unit,” kata Alfian, Senin (30/4/2023).

Tadinya kata Alfian, kondisi kapal tersebut bagus dan peralatan di dalamnya lengkap. Namun, sejak disewakan oleh pengurus Bumdes Nurul Bahri ke luar Daerah yang diketahui oleh Kepala Desa pada awal 2023 lalu, saat ini sudah sangat memprihatinkan.

“Kondisi kapal terkini, parah dan cukup memprihatinkan. Fasilitas dipreteli oleh oknum yang belum diketahui entah siapa. Saya menduga, barang-barang kapal ini digelapkan. Sehingga saya minta dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menduga ada unsur pidana, Alfian kemudian menempuh jalur hukum. Ia telah melaporkan dugaan penggelapan tersebut ke Mako Polres Boalemo. Ia berharap Polres Boalemo dapat mengungkap siapa di balik kasus ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Boalemo, IPTU Andhira Berlian Utami Salindeho, membenarkan laporan terkait penggelapan tersebut. Saat ini kata dia, objek perkaranya tengah diselidiki.

“Perkaranya dalam proses penyelidikan ya. Pelapor dan saksi-saksi sudah kami ambil keterangan,” kata IPTU Andhira melalui sambungan telpon, saat dihubungi Hargo.co.id, Senin, (01/5).

Sebelumnya, Kades Tabulo Selatan, Hais Halid, saat dikonfirmasi Hargo.co.id, membantah jika fasilitas kapal tersebut digelapkan. Mengenai kondisi kapal, menurutnya, memang wajar. Karena kapal tersebut adalah kapal lama.

“Kondisinya memang sudah begitu, kan kapal lama. Beda ketika kapal masih baru. Kalau tidak salah, itu kapal sudah 3 tahun diserahkan ke Bumdes. Tidak benar ada penggelapan,” bantah Hais saat dikonfirmasi Ahad, (30/4/2023).

Menurutnya Hais, bahwa kursi kapal memang dalam keadaan sudah tua. Jadi, wajar apabila saat ini mengalami kerusakan. Begitu pula cat warna kapal sendiri, rencananya akan dicat kembali.

“Tujuan pengurus Bumdes menyewakan kapal, untuk meningkatkan PADes (Pendapatan Asli Desa). Pembayaran 4 bulan. Yang sudah masuk ke Bumdes itu, uang muka sebesar Rp 10 juta. Ada juga MoU. Itu kapal dikontrak untuk pariwisata di Una-una kalau tidak salah, karena di sana banyak tempat-tempat wisata kan,” kata Hais, menerangkan.

“Mengingat kondisinya dalam keadaan harus diperbaiki, sehingga saat ini dilakukan perbaikan, seperti untuk cat kapal dan kursi kapal. Nah, yang menanggung biaya perbaikan tersebut, adalah pihak yang menyewa,” kata dia.

Adapun terkait laporan warga di Polres Boalemo kata Hais, pihaknya sudah memberikan klarifikasi. Ia kemudian meminta wartawan menghubungi pihak Bumdes Nurul Bahri, untuk keterangan lengkap. Namun, saat awak media ini berupaya menghubungi Ketua Bumdes Nurul Bahri melalui telpon sebanyak 3 kali, belum dapat tersambung.(*)

Penulis: Abdul Majid Rahman