Hartono Yusuf misalnya, pria yang juga wakil sekertaris Pengprov PTMSI Gorontalo mengaku sangat kaget soal penunjukan carateker ketua Pengprov PTMSI Gorontalo kepada Fathan Bakari.
Pasalnya, selain bukan pengurus Pengprov, tidak ada pemberitahuan secara resmi kepada pengurus lama dan pengurus cabang di Kabupaten Kota terkait penunjukan tersebut.
“Saya sebenarnya sangat kaget kok tiba-tiba pak Fathan sudah ditunjuk jadi carateker ketua pengprov. Apalagi dia bukan pengurus dan kapasitas dia ditunjuk tanggung jawab seperti itu dari PB PTMSI apa sebenarnya,” ungkap Hartono.
Apalagi ditambah denga persoalan seleksi kuota atlet dan sekarang soal penunjukan pelatih PON tenis meja Gorontalo. “Harusnya carateker itu tugasnya fokus untuk menggelar musyawarah, bukan langsung main tunjuk siapa atlet dan pelatih yang akan dibawa ke PON nanti,” terangnya.
Tanggapan senada juga disampaikan ketua Harian Pengprov PTMSI Gorontalo, Weni Ishak. “Bagi saya untuk persoalan pelatih idealnya adalah saudara Yusrin Tululi, karena dia mampu dari sisi teknis dan bisa merangkul atlet saat bertanding.
Apalagi atlet yang akan dibawa sudah dipahami karakternya sejak usia dini. Dan untuk penunjukan carateker oleh PB PTMSI, itu juga sampai sekarang menuai tanda tanya besar dari para pengurus baik di pengprov maupun di pengcab, kenapa dan apa kapasitas Fathan ditunjuk PB menjadi carateker.
