Sehingganya, sebagian besar pengcab itu minta agar musyawarah harus segera dilaksanakan dan KONI Provinsi harus mendesak agar musyawarah itu bisa segera dilaksanakan,” jelas Weni Ishak.
Lain halnya dengan tanggapan salah satu pemerhati tenis meja Gorontalo lainnya. Seperti yang disampaikan Imran Biki dari Pohuwato dan Hari Palilati dari Kabupaten Gorontalo.
“bagi saya, Fathan bisa juga menjadi pelatih, ujar Imran Biki singkat. “Menurut saran saya, untuk menetralisir kondisi saat ini tidak ada salahnya kalau pelatih lain seperti Pulu Kalaka yang kemudian dipilih menjadi pelatih PON.
Hanya saja, tidak masalah juga jika akhirnya Fathan yang terpilih. Pertimbangan saya sebenarnya adalah bagaimana tenis meja Gorontalo bisa meraih prestasi di PON,” beber Hari Palilati yang dihubungi Gorontalo Post semalam.
Sementara itu, pihak KONI Provinsi Gorontalo melalui sekum Drs. Mud Mada kepada Gorontalo Post mengaku untuk persoalan tenis meja dan tinju itu masih akan dibahas lebih lanjut lagi dengan ketua dan Tim sukses PON Gorontalo.(ysn/hargo)
