Full Day School, Jam Masuk Siswa Banyak Dikeluhkan Orang Tua

×

Full Day School, Jam Masuk Siswa Banyak Dikeluhkan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
LEBIH PAGI - Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo saat meninjau sekolah yang menerapakn full day school. Kebijakan masuk jam 06.00 diprotes orang tua siswa. (foto ; dok/humas pemkab)

Ia juga menulis hastag #semoga akan terbiasa ank2ku sayang. Dalam postingan itu, terlihat dua anak yang langsung tertidur di lantai setelah pulang sekolah.

Hanya saja, Bupati Gorontalo, Prof Nelson Pomalingo mangatakan, jam sekolah masuk lebih awal dan sekolah seharian penuh pada pukul 06.00 Wita dapat meningkatkan etos kerja dan mentalitas para siswa, guru dan orang tua.

Hal tersebut dikatakan Nelson saat meninjau langsung sekolah-sekolah di daerah itu yang telah menerapkan sistem sekolah seharian penuh, Selasa(3/1), seperti dikutip dari akun staf humas Pemkab Gorontalo @Irfan Mohamad. Disebutkan,

Di kabupaten Gorontalo, sekolah seharian penuh telah diterapkan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menegah Atas (SMA) rujukan.

Nelson mengatakan, sekolah seharian penuh yang telah diterapkan di sejumlah sekolah tesebut untuk mewujudkan mutu pendidikan daerah.

“Selain anak sekolah bangun cepat, juga manfaatnya kepada orang tua dan juga lalu lintas di jalanan yang terlihat tidak macet,” kata Nelson.

Bupati mengatakan, guru itu manusia yang sama ingin libur sama dengan Aparatur Sipil (ASN) lainnya, maka manfaatnya juga guru bisa mempunyai waktu dengan keluarga, karena hari Sabtu dan Minggu libur.

Pada kesempatan tersebut, Nelson menyempatkan diri untuk mewawancarai beberapa siswa dan 95 persen diantara setuju dengan penerapatn jam masuk lebih awal dan sekolah seharian penuh.

Alasannya, karena mereka disamping masuk lebih awal, pada hari Sabtu dan Minggu juga libur, dan untuk guru yang mewawancarainya, jawabannya juga mereka setuju. (wie/hms)