Hargo.co.id, SULSEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat distribusi Biosolar subsidi di Kabupaten Maros untuk memastikan kebutuhan sektor transportasi dan logistik tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas kendaraan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi.
Peningkatan mobilitas kendaraan logistik dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tingginya permintaan Biosolar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya yang berada di jalur utama penghubung antardaerah di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya antrean kendaraan pada waktu-waktu tertentu.
Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Pertamina melakukan penambahan pasokan Biosolar ke wilayah Maros. Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan volume penyaluran telah ditingkatkan guna menjaga ketersediaan stok di SPBU.
Menurut Yoga, selama tiga hari terakhir distribusi Biosolar ke Maros mengalami kenaikan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian.
Selain pasokan reguler, Pertamina juga menyalurkan tambahan pasokan melalui mekanisme extradropping ke sejumlah SPBU yang mengalami peningkatan permintaan.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang tetap terpenuhi, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas distribusi barang di jalur Trans Sulawesi,” ujarnya.
Selain menambah stok, Pertamina juga menempatkan petugas pengatur antrean atau marshal di sejumlah SPBU yang mengalami kepadatan kendaraan. Kehadiran petugas tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengisian dan menciptakan ketertiban di area layanan.
Sebagai langkah lanjutan, Pertamina menyiapkan penguatan stok di sejumlah SPBU prioritas selama beberapa hari ke depan. Fokus distribusi diarahkan ke titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas kendaraan logistik dan angkutan barang.
Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan.
Pertamina bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) melakukan pemetaan lokasi pengisian bahan bakar
bagi kendaraan logistik agar distribusi kendaraan ke SPBU lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik.
Pengawasan distribusi Biosolar subsidi turut diperketat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran kepada sektor-sektor yang berhak menerima manfaatnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan kondisi pasokan Biosolar subsidi di Sulawesi Selatan secara umum masih aman.
Pertamina, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap stok dan distribusi di lapangan guna menjaga pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus memonitor perkembangan kebutuhan energi masyarakat dan sektor transportasi. Pasokan dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan pengguna,” kata Lilik.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya pengguna BBM subsidi, untuk memanfaatkan energi secara bijak dan sesuai peruntukan
agar distribusi dapat berjalan lebih efektif serta menjangkau seluruh kelompok yang berhak menerima subsidi pemerintah.(Rls)












