Hargo.co.id, GORONTALO – Perayaan lebaran ketupat di Gorontalo selalu diramaikan dengan kegiatan–kegiatan yang menarik. Seperti yang diadakan di Pantai Olalo, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, kota Gorontalo. Sabtu (29/4/2023).
Masyarakat di wilayah tersebut, menggelar kegiatan gebyar ketupat bahari yang difokuskan didaerah perairan. Kegiatan ini, sudah dimulai sejak tahun 2000.
Ada banyak lomba yang digelar pada gebyar ketupat bahari. Diantaranya, kegiatan racing bahari atau balap perahu, panjat pisang, tarik tambang, perahu dayung, gendong istri, lomba cukur kelapa, dan kegiatan lomba lainnya.
“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, adalah seperti tema kita pada hari ini yaitu menjaga dan mengukuhkan tali silahturahmi masyarakat Gorontalo,” kata Junaidi selaku ketua panitia.
Lebih lanjut, Junaidi mengatakan, untuk anggaran kegiatan disupport beberapa sponsor. Diantaranya, Abduraham Danial selaku sponsor utama, ada juga dari hotel Madinah, Pertamina, Lanal Gorontalo, BRI, Bank Mandiri yang juga menjadi sponsor utama.
Para sponsor kebanyakan mensupport dalam bentuk uang yang nantinya akan dijadikan hadiah.
“Kalau secara administrasi, pendaftaran bagi peserta masih gratis. Kita laksanakan gratis dari suku, agama, dan kulit manapun bisa mendaftarkan lomba dikegiatan gebyar ketupat bahari,” ungkap Junaidi.
Kegiatan gebyar ketupat bahari sudah menjadi kegiatan rutin tahunan warga disekitar pantai Olalo, yang tentunya lebih banyak dipusatkan diperairan seperti lomba balap perahu.
“Jumlah peserta untuk lomba perahu dibagi dua kategori. Ada perahu standar atau racing bahari standar, dan racing bahari mini. Jadi, yang racing bahari standar ada 10 peserta dan racing bahari mini ada 10 peserta,” jelas Junaidi.
Ia juga menambahkan, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pihaknya. Tak hanya sebagai peserta, kata Junaidi, antusias juga dibuktikan dengan intensnya warga mengikuti rapat persiapan pelaksanaan kegiatan.
“Para tokoh-tokoh masyarakat pun sangat antusias sekali dan untuk persiapannya sudah sebulan lalu yaitu sebelum puasa,” tandasnya.
“Harapan saya secara pribadi, warga dapat tetap menjaga dan menghubungkan silahturahmi antar sesama masyarakat Olalo maupun masyarakat sekiat Gorontalo,” imbuh Junaidi.(*)
Penulis: Nur Nadiva Daeng, Febrianca Toloy, Sri Dewila Kasiaradja, dan Nur Afni Tobelo/Mahasiswa Magang UNG
