Sabtu, 3 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gelapkan Barang Perusahaan, 7 Pemuda di Kota Gorontalo Dibekuk Polisi

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:05 Tag: , ,
  7 orang tersangka kasus penggelapan barang saat digiring ke tempat digelarnya Press Conference Polres Gorontalo Kota. (Foto: Zulkifli Polimengo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sejumlah tujuh orang pemuda di Kota Gorontalo terpaksa harus berurusan dengan Polisi karena dilaporkan manajernya sendiri telah menggelapkan barang milik salah satu perusahaan.

Melalui Press Conference yang digelar pada Kamis (06/10/2022) mewakili Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si, Kasat Reskrim IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K menjelaskan penangkapan terhadap 7 pemuda yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini berawal dari laporan manajer perusahaan.

“Jadi kami melakukan pengungkapan kasus penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh pegawai di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang distributor sembako di wilayah Kota Gorontalo. Pelapor disini adalah manajer dari perusahaan,” jelas IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K.

Lebih lanjut Kasat Reskrim juga menerangkan, awalnya pada15 Maret 2022, pelapor memergoki karyawan gudang berinisial SW sedang mengambil beberapa dus barang yang diketahui diluar dari nota pesanan konsumen. Seharusnya dari pesanan pelanggan, admin akan mengeluarkan deliveri order, sehingga orang gudang akan mengambil jumlah barang yang di gudang sesuai deliveri ordernya.

“Namun dari pembantu supir dan juga supir, mengambil lebih dari apa yang sudah seharusnya di nota penjualan. Kejadian ini sudah berulang-ulang, sejak juni 2021 hingga Maret 2022,” terang IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K.

Kasat Reskrim juga mengatakan, menurut pelapor, setelah mengetahui hal tersebut, ia langsung melakukan pengecekan CCTV dan mendapati beberapa kali lebih dari 1 orang pegawainya sering mengambil barang, sehingga Manajer melakukan audit internal, guna untuk mengetahui barang di gudang serta akan dicocokkan dengan barang yang sudah dijual

“Sehingga Manajer menemukan selisih dari pendapatan dan juga stok barang, dengan kerugian mencapai 177 juta sekian,” kata IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K.

Selain itu Kasat Reskrim juga menambahkan, dari pengakuan para tersangka, mereka mengakui bahwa rata-rata hampir dalam pengantaran barang, mengambil lebih dari satu atau dua dus, dan juga dijual dengan harga yang lebih murah daripada yang ditawarkan harga perusahaan.

“Sehingga barang yang dijual diluar dari sepengetahuan perusahaan ini, digunakan untuk kepentingan pribadi serta kehidupan mereka sehari-hari,” tambah IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ke 7 tersangka ini akan diterapkan Pasal Penggelapan Dalam Jabatan, yaitu Pasal 374 KUHP, Subsider Pasal 372, yaitu Pasal Penggelapan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 196 times, 1 visits today)

Komentar


Comments


Tinggalkan Balasan


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *