Gorontalo Bebas Elpiji Oplosan

Metropolis

Hargo.co.id GORONTALO – Beredarnya isu tentang adanya perdagangan Gas Elpiji oplosan di wilayah Gorontalo mendapat tanggapan dari PT. Pertamina Gorontalo. Dalam kunjungannya ke Kantor Graha Pena Gorontalo, tadi malam (25/7), PT Pertamina bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana, membantah tegas adanya isu mafia Elpiji yang sengaja mengoplos perdagangan Elpiji di Gorontalo.

Dalam kesempatan itu Rustam salah satu Perwakilan PT Pertamina menyatakan, sejauh ini Elpiji yang diperdagangkan ke masyarakat sudah sesuai prosedur, baik menyangkut ukuran dan harga. Hal ini sesuai pemantauan dan pengawasan yang dilakukan pihak Pertamina dilapangan.

banner 728x485

“Menyusul isu tersebut kita juga sudah turun langsung untuk mengecek di lapangan. Kita tidak menemukan mafia Elpiji, termasuk masyarakat yang telah menjadi korban,” ujar Rustam, perwakilan PT Pertamina saat melakukan klarifikasi informasi di Kantor Graha Pena, tadi malam, (25/7).

Lebih lanjut disampaikan Rustam, jika memang ada oknum-oknum yang sengaja untuk memainkan harga Elpiji di lapangan, harusnya langsung dilaporkan ke Pertamina. Sehingga pihak Pertamina dapat turun langsung untuk melakukan penertiban dan pemberian sanksi kepada agen atau pedagang mana pun.

“Kita justru lebih baik kalau ada masyarakat yang datang melapor dengan bukti. Tapi sampai saat ini tidak ada. Dan dari pemantauan kita di lapangan juga tidak ditemukan adanya gas Elpiji Oplosan,” ujar Rustam.

Kepala Bidang Elpiji Iswana, Walid menambahkan, gas Elpiji yang diedarkan dari Pertamina, Distributor, hingga agen-agen terjamin asli. Tidak ada oplosan. Pihaknya pula kata Walid intens melakukan pengawasan terkait hal itu.

“Kita juga sudah mensosialiasikan hal ini di seluruh agen di Gorontalo. Termasuk terkait pelarangan mengoplos Elpiji yang bisa berdampak pidana. Jadi pedagang sudah tahu, maka tidak ada yang berani,” tegasnya. (and/hargo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *