Gorontalo Darurat Bahaya Merkuri

×

Gorontalo Darurat Bahaya Merkuri

Share this article
Prof. Masayuki Sakakibara saat mempresentasekan penelitiannya tentang merkuri di Gorontalo. Jumat (16/6)

“Ini kondisi masyarakat yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara, selain mereka mandi kemudian mereka buang ke laut,” sambung Dr.Masayuki.

Untuk memastikan kontaminasi merkuri, menurut Dr.Masayuki, ia mengambil sampel rambut dari salah satu warga yang kemudian diteliti di Jepang. Hasilnya, di dalam rambut warga tersebut mengandung merkuri. Kondisi itu sangat mengancam kesehatan.

“Karena dibuang ke laut, maka akan mencemari ekosistem laut termasuk ikan yang dikonsumsi oleh warga,” ungkapnya.
Sementara itu salah seorang dosen yang terlibat dalam kegiatan penelitian tersebut, Yayu Indriani Arifin mengatakan, penelitian sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu, akan tetapi diperkuat lagi dengan penelitian dari Prof.Dr.Masayuki Sakakibara.

“Memang efeknya belum dirasakan, karena masyarakat saat ini masih sehat-sehat, tapi ini bisa mengancam kesehatan mereka,” ujarnya.

Sementara itu Dekan FMIPA Prof. Dr. Evi Hulukati, M.Pd, mengatakan, topik kuliah pakar dan diskusi tentang selamatkan Gorontalo dari bahaya lingkungan diharapkan dapat menjadi langkah awal bersama antara perguruan tinggi dengan pemerhati lingkungan, dalam menyelamatkan Gorontalo dari pencemaran lingkungan.

Hal ini kata Prof. Evi menjadi penting, karena Gorontalo saat ini dalam fase pencemaran lingkungan yang cukup memprihatinkan. “Kelestarian lingkungan di Gorontalo menjadi tanggung jawab kita bersama. Sehingga dibutuhkan komitmen dan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk kelestarian di masa mendatang,” pungkasnya. (wan/hargo)