Gorontalo Darurat Bahaya Merkuri

×

Gorontalo Darurat Bahaya Merkuri

Share this article
Prof. Masayuki Sakakibara saat mempresentasekan penelitiannya tentang merkuri di Gorontalo. Jumat (16/6)

Hargo.co.id GORONTALO – Ini patut menjadi perhatian bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Gorontalo. Kegiatan penambangan liar yang tak terkendali telah menjadi ancaman serius keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Hasil penelitian Universitas Ehime, Jepang, menunjukkan, kandungan merkuri di dalam tubuh masyarakat Gorontalo mencapai 7,8 part per million (ppm). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan di Jepang yang tercatat 2,55 ppm.

Kandungan merkuri tersebut disampaikan oleh peneliti Universitas Ehime Prof.Dr.Masayuki Sakakibara pada round table bertemakan Selamatkan Gorontalo dari Bahaya Lingkungan, Jumat (17/6) di Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Menurut Dr.Masayuki, dirinya pernah mendatangi langsung salah satu kawasan pertambangan di Kabupaten Gorontalo Utara. Kondisi pertambangan di lookasi tersebut memprihatinkan. Proses pertambangan yang dilakukan oleh masyarakat itu mamsukkan zat amalgam ketika bebatuan diolah di dalam tromol.

“Amalgam adalah campuran dari dua atau beberapa logam yang salah satunya adalah merkuri atau air raksa, dan sisa dari campuran Amalgam yang mengandung merkuri tersebut langsung dibuang begitu saja, bahkan ada yang dipakai mandi oleh masyarakat sekitar,” kata Masayuki yang diartikan oleh dosen Fisika UNG Dr.Muhammad Yahya.