GORONTALO, Hargo.co.id – Dipenghujung tahun 2017, Gorontalo masih sempat mengekspor komoditi gula ke negara Vietnam. Adapun nilai barang yang diekspor mencapai US$525.057. Tercatat pula, selama 2017, nilai ekspor gula Gorontalo mencapai US$1.575.508.
Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, pada bulan Desember 2017 juga terjadi aktivitas impor. Tercatat barang impor berupa bahan mineral, minyak bumi dan hasil penyulingan senilai US$741.300 dari Korea Selatan,
“Barang impor pada bulan Desember 2017 tersebut adalah berupa aspal,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi, Abdul Asman, dalam press confrence di kantornya, kemarin, Kamis (1/2).
Adapun prediksi sejumlah kalangan tentang neraca perdagangan Gorontalo yang bakal ditutup defisit akhirnya terbukti juga. Perdagangan Gorontalo 2017 ditutup defisit sebesar US$5.336.935.
Dimana nilai ekpsor Gorontalo selama 2017 hanyalah barang gula atau kembang gula senilai US$1.575.508, dan impor Gorontalo tercatat sebesar US$7.653.743.(axl/hg)
