Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hafidzah Asal Pohuwato Raih Beasiswa Kedokteran di UMI Makassar

Oleh Admin Hargo , dalam Ragam , pada Jumat, 5 Agustus 2022 | 00:05 Tag: , ,
  Nurul Fatimah (tengah) bersama kedua orang tuanya. (Foto/Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Seorang anak petani dari Kabupaten Pohuwato mendapat beasiswa kedokteran di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Hebatnya, beasiswa tersebut diraihnya melalui jalur Tahfidz Alquran.

Nurul Fatimah namanya, ia merupakan santriwati asal Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yang berada di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Pohuwato. Pada awalnya dirinya sempat pesimis tidak bisa melanjutkan kuliah terlebih lagi untuk mengambil kedokteran mengingat orang tuanya hanya seorang petani.

Namun ia selalu ingat pesan Alm. KH. Abdul Ghofur Nawawi selaku pengasuh Pondok Pesantren. ‘Kamu nanti jadi dokter, jangan takut. Asal jangan pernah meninggalkan Alquran. Karena bencana akan dimulai saat meninggalkan Alquran’.

Pesan tersebut membuat Nurul terus konsisten dalam menimba ilmu agama dan bertekad menjadi penghafal Alquran. 

“Saya sekolah di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah dari mulai MTs, kemudian lanjut sekolah MA juga disitu sembari mondok dan akhirnya bisa menyelesaikan hafalan Quran dalam waktu 2 tahun 3 bulan,” ungkap Nurul Fatimah saat diwawancarai via telepon, Kamis, (04/08/2022)

Lulus dari Madrasah Aliyah 2021, dirinya nekat mendaftar kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Fakultas Kedokteran dengan bermodalkan tekad serta hafalan Quran 30 Juz. Proses seleksi dilakukan selama dua kali, ujian yang pertama dilaksanakan dari 11-13 Juli 2022, dan lolos. Kemudian dilanjutkan di ujian tahap kedua 25-26 Juli 2022 dan pengumuman final 29 Juli 2022 dinyatakan lolos.

“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih terutama kepada ibu, Nyai Hj. Istofah Akbar Munawwar (istri alm. KH Abdul Ghofur Nawawi) dan Ustadzah Dhohwa Nafisah Nawawi yang sudah membimbing Nurul sampai bisa khatam Alquran dan rela kesana kemari mencarikan beasiswa kedokteran untuk Nurul,” katanya. 

Lulus beasiswa kedokteran, namun harus menanggung biaya hidup di daerah lain merupakan hal yang sulit. Mengingat orang tuanya Nurul hanya sebagai petani yang hidup serba berkecukupan. Alhamdulillah dengan adanya program Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato yakni satu dokter satu kecamatan, Nurul menjadi salah satu dari ketiga putra putri terbaik Pohuwato yang seluruh biaya selama kuliahnya ditanggung pemerintah hingga selesai.

Terlepas dari semua itu, doa dan dukungan dari kedua orangtua merupakan hal yang paling utama dari seorang anak untuk bisa menggapai semua cita dan impiannya.

 “Perasaan senang, bahagia dan tidak pernah menyangka anak saya bisa kuliah di kedokteran karena yang ada di pikiran saya sebagai orang tua hanyalah petani dan semuanya serba berkecukupan  orang tua hanya bisa mendoakan,” kata Kaman Sukoko selaku orang tua Nurul Fatimah. (***)

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 2.482 times, 1 visits today)

Komentar