Hargo.co.id,Zetizen_GP_Gong Xi Fa Cai! Kemarin masyarakat Tionghoa baru saja merayakan hari raya kebesaran mereka, yakni hari raya Imlek. Setiap tahunnya hari raya Imlek tentu diwarnai dengan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Tionghoa. Tradisi tersebut tentu menjadi hal-hal unik yang hanya ada di hari raya Imlek. Hmm, apa saja sih hal-hal unik tersebut? yuk simak ulasannya.
BarongsaiÂ
Di tempat-tempat umum seperti mall atau di jalan-jalan pada saat perayaan Imlek barongsai seringkali muncul. Barongsai ini merupakan tarian tradisional khas Cina yang merupakan lambang dari kesenangan dan juga kebahagiaan. Tarian barongsai ini dilakukan oleh beberapa orang dengan menggunakan kostum yang menyerupai singa dan menampilkan aktraksi-aktraksi.
Angpao
Nah kalau yang satu ini adalah benda wajib yang harus ada pada saat Imlek. Tradisi bagi-bagi angpao ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu. Tradisi ini bisa adalah dimana orang yang sudah berkeluarga harus memberikan rezeki yang dimasukkan ke dalam angpao ini kepada anak-anak dan juga orang tuanya. Uang yang dimasukkan kedalam angpao ini pun tidak boleh berjumlah ganjil karena ini berhubungan dengan pemakaman. Wah unik banget ya Zetizen.
Dilarang makan Bubur
Meskipun saat Imlek disuguhi bermacam – macam makanan namun, ada satu makanan yang ternyata pantang dimakan di saat Imlek lho! Yaitu bubur. Kenapa? Karena dalam tradisi masyarakat Tionghoa, bubur melambangkan simbol kemiskinan.
PetasanÂ
Sama halnya seperti saat kita memasuki tahun baru yang identik dengan petasan meriah dimana – mana. Begitu juga di saat hari perayaan Imlek yang juga dihiasi dengan bunyi – bunyi petasan yang menggema, karena menurut kepercayaan Tionghoa, membakar petasan tepat di hari raya Imlek wajib dilakukan untuk mengusir nasib – nasib buruk di tahun sebelumnya dan mengharapkan tahun baru yang lebih bahagia dan lebih baik.
So, itulah beberapa hal unik yang hanya ada di hari raya Imlek ya Zetizen. Happy Chinese New Year Zetizen. (ZT-08/praktis print.com/hargo)
Anggita A.S. El-Hasya
DIV, Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo
Membantu Persiapan Perayaan
Di hari rayanya teman-teman Konghucu seperti ini, sebagai Muslim yang bisa kulakukan paling menawarkan diri untuk membantu dalam persiapan kegiatan perayaannya mereka, misalnya bantu masak, menghias, atau mengisi angpau merah mereka. Aku rasa ini wujud toleransi. (ZT-11)
Jessica Rylie Sungkono
SMAN 1 Gorontalo
Ajang Kumpul Keluaraga
Aku bersyukur karena bisa merayakan Imlek tahun ini. Karena Imlek bisa menjadi ajang untuk berkumpul bersama keluarga besar dan saling membagi-bagikan rezeki. Harapan di tahun baru pasti lah ada banyak, dari harapan untuk akademik, untuk keluarga, bahkan untuk orang banyak. Intinya semoga kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberkahan selalu hadir disekeliling kita. (ZT-10)
Firdaus Hayun,
Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo
Berbeda Tapi SaudaraÂ
Sebagai muslim saya menghargai semua apapun yang teman-teman non muslim saya lakukan. Seperti saat ini, kepada teman-teman yang sedang merayakan imlek, saya menghargainya. Semua agama mempunyai ciri khas dan budaya masing-masing. Memang beda agama tapi kita semua saudara.
Nammo budaya. (ZT-11)



