Ekonomi

Harga Turun, Ikan Batu Masih jadi Primadona di Pelelangan Tilamuta

×

Harga Turun, Ikan Batu Masih jadi Primadona di Pelelangan Tilamuta

Sebarkan artikel ini
Harga Turun, Ikan Batu Masih jadi Primadona di Pelelangan Tilamuta
Hiruk pikuk transaksi di pelelangan ikan tilamuta. (Fitra Usman | Magang Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pelabuhan Perikanan Tilamuta di Kabupaten Boalemo kembali menjadi pusat aktivitas jual beli ikan yang cukup ramai Senin (25/11/2024) kemarin.

Berita Terkait:  Hilirisasi Bauksit Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Kalimantan Barat

Berbagai jenis ikan dijual di sana, salah satunya ikan batu yang menjadi jenis ikan yang paling diminati oleh pembeli. Meskipun harga ikan batu mengalami penurunan signifikan dibandingkan musim sebelumnya, jenis ikan ini tetap mempertahankan statusnya sebagai primadona di pasar pelelangan.

Saat ini, harga ikan batu di pelelangan Tilamuta berkisar Rp 220.000 per ikat, harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Pada musim sebelumnya, harga ikan batu bisa mencapai Rp 400.000 per ikat atau bahkan lebih, tergantung pada kualitas tangkapan.

Berita Terkait:  Long Weekend Datang, Pengeluaran Tambah Bengkak? Ini Cara Biar Dompet Tetap Terjaga

“Sekarang harga ikan batu sekitar 220.000 per ikat, padahal sebelumnya bisa lebih mahal,

sampai 400.000 atau lebih,” ujar Sukardi Karwana, salah satu pedagang ikan di pelabuhan tersebut.

Harga ikan batu yang lebih rendah membuatnya tetap banyak dicari oleh pembeli, baik untuk pasar lokal maupun keperluan kuliner lainnya.

Berita Terkait:  Restock.id dan Boleh Dicoba Digital (BDD) Jalin Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ekosistem Bisnis Digital Indonesia

Sukardi juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca sangat memengaruhi hasil tangkapan ikan di laut. Jika cuaca buruk dan ombak tinggi, nelayan kesulitan menangkap ikan, yang membuat pasokan ikan berkurang.

“Kalau cuaca buruk, hasil tangkapan kami sedikit. Dan kalau ikannya sedikit, harganya bisa jadi lebih mahal, tapi karena sekarang cuaca tidak buruk-buruk amat jadi pasokan ikan cukup aman dan harga tetap stabil.” kata Sukardi.

Berita Terkait:  KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Jelang Angkutan Nataru 2025/2026

Kenaikan atau penurunan harga ikan juga memengaruhi jumlah pembeli di pelelangan. Sukardi mengungkapkan bahwa harga yang tinggi kadang membuat pembeli lebih selektif.

Selain cuaca, persaingan antar pedagang juga turut memengaruhi harga ikan di pasar pelelangan. Setiap pedagang, menurut Sukardi, memiliki cara tersendiri untuk menetapkan harga ikan, meskipun tetap ada standar pasar yang berlaku. “Kami tetap mengikuti standar pasar, meskipun kualitas ikan sangat memengaruhi harga jual,” tutupnya. (MG-3) 

Berita Terkait:  KAI Apresiasi 100 Pelanggan Setia LRT Jabodebek