Benchmarkingnya bisa dilihat dari kesuksesan Sumatera Barat menggelar Tour de Singkarak. Saat dikemas, dipromosikan, disebarluaskan dan dieksplorasi sensasi pariwisatanya, nama Sumatera Barat langsung naik. Bahkan jumlah penontonnya, ada di urutan lima dunia untuk kategori balap sepeda. Nomor satunya, adalah Tour de France (Perancis) yakni 12 juta penonton. Runner up dipegang Giro d’Italia (Italia) dengan 8 juta penonton. Nomor tiganya, Vuelta a Espana (Spanyol) 5 juta penonton.
Urutan empat, dihuni Santos Tour Down Under (Australia) dengan 750.000 penonton. Dan nomor lima dunia, Tour de Singkarak (TDS) 550.000 penonton.
“Bila melihat keseriusan Kementerian Pariwisata dalam merancang promosinya, saya yakin ke depannya pariwisata Pacitan bakal lebih ngetop lagi. Apalagi surfer top seperti Rijal Tanjung, Marlon Gerber dan Pepen Hendrik akan tampil di Pacitan. Ombak di wilayah kami dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia selain Bali,†ujar Wasi.
Untuk menyemarakkan agenda kompetisi, panitia setempat juga menggelar Pacitan Geopark Fair yang akan menampilkan produk-produk unggulan, kuliner tradisional serta seni dan budaya lokal, waktu pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan 17 – 21 Agustus 2016. Salah satu acara pendamping yang cukup diminati adalah lari merdeka, yang akan dilaksanakan pada 21 Agustus 2016.
Lari Merdeka merupakan kegiatan yang lari sejauh 5 km dengan rute mengitari kota-kota di Pacitan. Kenapa dikatakan Lari Merdeka? Karena kegiatan ini bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan ke-71 RI. Kostum yang digunakan untuk Lari Merdeka 2016 ini adalah kostum bertema kemerdekaan RI.
Selain Lari Merdeka, ada juga Pacitan Geopark Fair dan Pacitanian Tournament. Kegiatan tersebut ditutup dengan “Make it Bright Environment Friendly Program†yaitu berupa kegiatan gotong royong membersihkan pantai yang telah digunakan sebagai lokasi acara selama empat hari dengan tujuan agar tercipta kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan Pantai di Pacitan.(Hg)
