Hargo.co.id GORONTALO – Fenomena whaleshark atau hiu paus di Kabupaten Bone Bolango terus menarik perhatian pendatang dari luar daerah untuk berkunjung ke Gorontalo belakangan ini. Sejatinya, keberadaan hiu paus menambah lengkap keberadaan paket wisata ke Gorontalo.
Hal itu diakui langsung oleh Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Gorontalo, Marten Chandra. Menurut dia, kini dengan keberadaan hiu paus sudah menjadi salah satu paket tur promosinya agar menarik wisatawan datang ke Gorontalo.
“Di luar sana (di luar daerah,red), kalau menyebut Gorontalo, mereka langsung menanyakan hiu paus,” sebut Marten ketika berbincang dengan awak koran ini, Kamis (28/7). Marten mengatakan, sejatinya ada empat paket wisata promosi yang sering menjadi andalan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke Gorontalo.
Yakni selain hiu paus, ada juga Pulo Cinta di Kabupaten Boalemo, Olele di Bone Bolango dan Saronde yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara. “Nah ketika tiba di Gorontalo, kita tawarkan wisata bahari dulu. Kita bawa ke whaleshark dan itu ‘kan dekat juga dengan Olele. Jadi, hari pertama bisa sekaligus.
Hari kedua dan seterusnya, kita bawa ke Pulo Cinta atau Saronde. Sedikit banyak, gambarannya seperti itu,” jelas bos TX travel Gorontalo itu.
Berbeda dengan beberapa tahun lalu, paket tur Gorontalo memang sudah ada namun referensi pariwisatanya masih sangat minim, sehingga ketika ada pendatang pasti akan kebingungan akan dibawa kemana.
“Kalau sekarang memang sudah enak, peningkatannya terasa terutama setelah ada whaleshark,” kata Marten. Kedepan, dia berharap agar potensi wisata di Gorontalo bisa ditingkatkan, terutama menyangkut kunci pariwisata yang dikampanyekan Menteri Pariwisata RI, yakni 3A (atraksi, akses, amenitas). “Sekarang atraksi sudah ada, akses sudah lumayan bagus, tapi amenitas atau faktor pendukung harus ada,” katanya.
Selain itu, pihaknya, ASITA Gorontalo, akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemangku kebijakan di daerah dalam rangka membuka spot-spot baru yang potensial untuk mendukung pariwisata.
Sebelumnya, ASITA sudah berkunjung ke Bone Bolango dan bertemu dengan Bupati Hamim Pou, “Jadi, semakin banyak alternatif, semakin banyak referensi wisata, semakin bagus karena orang akan tertarik datang. Nah, kami akan coba menggali potensi-potensi yang ada di daerah-daerah,” pungkasnya.(axl/hargo)
