MERASA DIRUGIKAN: Kuasa Hukum PT SLM Bagus Teguh Santoso (tengah) menunjukkan laporan ke SPKT Polda Jatim. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Hoax Garam Oplosan Kaca dan tawas, Polda Jatim Buru Penyebar Video

Kabar Nusantara

Hargo.co.id SURABAYA – Beredarnya penyebaran video garam yang bercampur kaca dan tawas di media sosial membuat produsen garam geram dan menempuh jalur hukum. PT Sumatraco Langgeng Makmur (SLM) melaporkan pengunggah video garam ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Jumat petang (18/8) lantaran merasa dirugikan.

“Kami merasa dirugikan dengan video yang beredar itu. Adapun laporan bernomor TBL/47/VIII/2017/SUS/Jatim sudah kami kirim ke Polda Jatim,” kata Kuasa Hukum PT SLM, Bagus Teguh Santoso di SPKT Polda Jatim kemarin petang.

banner 728x485

Laporan ini berkat beredarnya video garam kemasan merk Karapan Sapi dan Sarcil yang diproduksi SLM melalui media sosial. Dalam video tersebut menyebutkan jika garam tersebut telah dicampur dengan kaca dan tawas. Bahkan video tersebut menjadi viral hingga menjadi berita di media cetak dan online.

INIKAH?: Video di youtube yang memakai merk garam yang dilaporkan

INIKAH?: Video di youtube yang memakai merk garam yang dilaporkan (youtube)

”Video garam oplosan itu muncul pertama kali di Lamongan itu. Kabarnya garam kami bercampur kaca. Kemudian video itu menjadi viral sampai dimuat di koran. Saat ini kami laporkan si pembuat dan pengunggah video,” tegas Bagus sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Widodo mengaku sudah menerima laporan beredarnya garam bercampur kaca. Dia mengaku perusahaan yang diisukan memproduksi garam bercampur kaca melaporkan ke Polda Jatim. “Kami sudah mendeteksi pembuat dan penyebar video tersebut, yang kini berada di Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.

Beberapa jam sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya dan Polda Jatim membantah adanya peredaran garam bercampur kaca dan tawas. Kepala BBPOM Surabaya Hardaningsih menegaskan telah melakukan uji lab.

“Berdasarkan hasil uji coba, keenam garam tersebut tidak mengandung batu maupun kaca,” tegasnya saat dijumpai di Mapolda Jatim, Jumat (18/8). Keenam garam kemasan yang diuji adalah merk Karapan Sapi, Ibu Bijak, Garam Cap S, Garam Cap Gajah Duduk, Garam Cap Sarcil dan Dua Anak Pintar. Menurut Hardaningsih, keenamnya dinyatakan lolos uji sampling.

(sb/rus/jek/JPR/hg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *