Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



HUT Kemerdekaan RI ke-71, KORPRI Menuju Era Digital

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 17 Agustus 2016 | 20:26 Tag: , ,
  

“Padahal, ada banyak prestasi, bahkan sampai ke level global. Tetapi tidak banyak yang tahu, karena tidak pede untuk menyampaikan ke ranah publik. Inilah momentum untuk ‘merdeka’ untuk menyampaikan prestasi-prestasi besar yang dicapai,” ungkapnya.

Persepsi yang kurang sedap itulah, kata Zudan, yang akan dibangun kembali, dieksplorasi, tentu yang bisa diverifikasi dan bisa dipertanggung jawabkan.

“Kami harus menjawab dengan fakta, menjawab dengan kerja keras, dan terus membangun atmosfer yang produktif buat anggota Korpri. Kami menyadari, era digital itu tidak bisa dilawan. Dunia sudah melaju cepat dengan digital. Kalau kita tidak menggunakan digital, kita pasti akan semakin tertinggal,” papar dia yang berkantor di Jl. Raya Pasar Minggu Km 19 Jakarta Selatan 12072.

”Tak semua anggota Korpri seperti yang dipersepsikan orang. Banyak yang berprestasi hebat. Mudah-mudahan dengan digital news yang akan kami kerjasamakan ini, persepsi masyarakat bisa berubah. Dan anggota KORPRI akan semakin bangga, punya confidence, dengan profesinya. Ini yang akan membuat kinerja mereka semakin meningkat untuk melayani bangsa dan negara,” katanya.

Zudan menjelaskan saat ini Korpri dan anggotanya ingin bergerak lebih professional, lebih cerdas, lebih cepat.

“Jajaran Korpri harus bisa jadi guru dan teladan bagi perubahan yang diharapkan oleh seluruh masyarakat dan mampu menata birokrasi yang bersih, kompeten dan mampu melayani masyarakat secara optimal,” kata Zudan.

Ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang terus mendorong agar aparatur negara meningkatkan kualitas pekerjaannya.

“Arahan Presiden yang mendasar untuk seluruh anggota KORPRI di 514 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi adalah berharap KORPRI dan seluruh ASN (aparatur sipil negara) itu mengubah pola pikir, dari pola pikir lama menuju pola pikir yang baru,” kata Zudan.

Presiden Jokowi menekankan, kata dia, Korpri harus mengubah paradigma jika saat ini sedang di persaingan yang ketat antar ASN sendiri‎, maupun persaingan ASN dengan dengan dunia luar seperti MEA (masyarakat ekonomi Asean). Presiden ingin aparatur negara memberikan pelayanan publik tanpa basa-basi.

“Rakyat mau lihat birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi efektif dan efisien, birokrasi yang melayani bukan dilayani, serta birokrasi yang berikan layanan publik berkualitas,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Go Indonesia, Ervik Ari Susanto, mengatakan membangun kekuatan digital itu wajib dilakukan oleh siapapun, tidak hanya perusahaan swasta, tapi juga pemerintahan termasuk aparaturnya.

Agar mereka bisa melihat perkembangan dan perubahan besar di masyarakat. “Tahap pertama, kami akan desain dan buatkan website, termasuk content dan media sosialnya,” kata Ervik. Salam Merdeka!(hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar