Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ibu dan Anak Tewas Terseret Sungai Tolinggula

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 12 Maret 2018 | 09:10 Tag: , ,
  

Hargo.co.id- Warga Kecamatan Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dihebohkan dengan penemuan dua mayat yang terapung di Sungai Tolinggula, Desa Limbato Kecamatan Tolinggula, sekira pukul 14.00 WITA, Minggu (11/3). Belakangan diketahui mayat tersebut adalah Risna Rifai (34) dan anaknya Farendra Dialao (4) warga Dusun Lolambango Desa Limbato.

Informasi yang diperoleh Gorontalo Post menyebutkan, kejadian nahas itu terjadi diduga saat Risna yang tercatat sebagai Guru Tidak Tetap (TT) di PAUD Desa Limbato bersama anaknya hendak ke kebun di seberang sungai yang jaraknya 1 Km dari perkampungan untuk memindah sapi miliknya sekitar pukul 13.00 WITA.

Dugaan ini karena sebagaimana biasanya, ketika suaminya Parman Dialao bekerja di luar desa, Risna yang memindah sapi bersama anaknya Farendra yang juga masih duduk di bangku PAUD Limbato.Disinyalir, saat balik menyeberang sungai usai memindah sapi, ada pula dugaan saat meminumkan sapi di sungai, Risna dan anaknya terseret arus sungai dan tenggelam.

Dugaan lain, Risna tenggelam karena hendak menyelamatkan anaknya yang hanyut di sungai dan Risna ikut hanyut. Memang saat kejadian, arus sungai normal-normal saja, namun dilokasi dekat sandal korban terdapat galian C di badan sungai milik salah satu perusahaan.

(FOTO : ISTIMEWA)

Galian yang cukup dalam itulah yang diduga mengakibatkan Risna dan anaknya terserat dan tak bisa menyelamatkan diri. Tidak ada satupun orang yang melihat kejadian itu. Nanti sekitar pukul 14.00 WITA, ada warga yang hendak mandi di sungai melihat ada mayat yang mengapung dan di bagian sungai dangkal yang jaraknya 300 meter dari titik penyeberangan Risna.

“Tidak ada yang melihat kejadiannya, hanya saja memang keseharian korban ketika suaminya tidak berada ditempat, dialah yang memindah sapi. Warga juga sempat melihat korban bersama anaknya saat pergi memindah sapi.

Kedua korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi keduanya menyeberang,” terang Kepala Desa Limbato, Yamin Hantili.Melihat ada mayat mengapung, warga ini langsung balik ke pemukiman untuk meminta tolong. Kepala Desa Yamin Hantili, saat itu langsung menghubungi pihak kepolisian di Polsek Tolinggula.

“Setelah ada aparat kepolisian, baru di evakuasi. Untungnya air sungai tidak deras sehingga kedua korban tidak terseret jauh, ditambah lagi korban sudah berada di sungai yang dangkal,” ujar Yamin.Ketika sudah berada ditepi sungai, warga kemudian mengangkut kedua korban yang sudha tidak bernyawa itu menggunakan kain dibawa ke tepi jalan raya yang jaraknya kurang lebih 100 meter untuk selanjutnya diangkut menggunakan ambulance dan dibawa ke Puskesmas Limbato untuk menjalani pemeriksaan.

“Pihak keluarga selanjutnya mengambil kedua korban untuk di semayamkan. Besok (hari ini-red) kedua korban baru akan di dikebumikan,” terang Yamin. Secara terpisah, Camat Tolinggula Rizal Kune mengungkapkan, karena pihak keluarga menolak untuk di outuospi, maka kedua korban dikembaikan ke pihak keluarga untuk di semayamkan.

“Ya, pihak keluarga tidak mau lagi di outopsi. Besok (hari ini-red) kedua korban akan kebumikan,” terangnya.Sesuai informasi yang ada, diduga kuat, Risna bersama anakanya itu terseret arus sungai karena adanya gaian c ditengah sungai yang cukup dalam. “Dugaannya, anak korban yang terlebih hanyut kemudian ibunya menolong namun keduanya terserat. Memang di lokasi itu ada galian yang cukup dalam, tepatnya di badan sungai,” papar Rizal.(idm/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar