Hargo.co.id GORONTALO – Rivalitas Zainudin Hasan dan Idris Rahim untuk bisa membawa gerbong partai Amanat Nasional (PAN) di Pilgub Gorontalo 2017, kian menjadi. Setelah berhasil mendapatkan rekomendasi Cagub dari DPP PAN, Zainudin Hasan kini mendapatkan tanggung jawab baru dari DPP. Yaitu menahkodai PAN Gorontalo. Padahal tanggung jawab itu, selama ini berada di pundak Idris Rahim dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW).
Keputusan DPP PAN menunjuk Zainudin Hasan itu tertuang dalam surat tugas dengan nomor: PAN/A/Tgs/KU-SJ/160/VIII/2016 tertanggal 12 Agustus. Dalam surat tugas itu, DPP memerintahkan Zainudin Hasan untuk menjalankan roda organisasi PAN di provinsi Gorontalo. Juga, melaksanakan program kerja partai agara kinerja kepemimpinan dan pelaksanaan program kerja dapat berjalan efektif. Zainuddin Hasan menerima surat DPP tersebut, Senin (15/8) kemarin.
Menyikapi perintah DPP itu, Zainudin Hasan langsung mengundang anggota legislatif (aleg) PAN provinsi dan kabupaten/kota se-Gorontalo. “Saya diberikan tugas baru untuk menjalankan roda organisasi PAN di Provinsi Gorontalo. Itu isi suratnya,” tegas Zainuddin Hasan.
“Nah, saya mengundang mereka (aleg) sebagai tindaklanjut dari surat tersebut. Ini bukan rapat, namun lebih mensosialisasikan bahwa PAN sendiri telah memberikan dukungan penuh kepada saya. Sehingga kader maupun aleg di seluruh provinsi Gorontalo, dapat mensosialisasikan Zainuddin Hasan sebagai calon gubernurnya PAN. Kami ingin membesarkan partai ini, bukan untuk merusak citra partai yang besar ini,” tutur Zainuddin.
Selain memerintahkan untuk menjalankan roda organisasi partai, dalam surat tersebut juga dituangkan bahwa Zainuddin Hasan sebagai ketua DPP PAN dapat menyelesaikan dan mengambil keputusan terhadap kasus, penyimpangan, dan konflik yang berkaitan dengan proses pelaksanaan Musda DPD PAN se provinsi Gorontalo dan Pilkada di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.
“Nah, setelah saya mengumpulkan para aleg ini, saya kemudian harus melaporkan kepada DPP PAN apa yang telah kami kerjakan dan bagaimana respon dari kader maupun aleg PAN di Gorontalo. Alhamdulillah sementara waktu ini sambutannya sangat baik, meski ada beberapa aleg yang masih belum hadir.
Namun itu tidak masalah, mengingat masa transisi ini akan terus berlangsung hingga beberapa pekan kedepan,” papar Zainuddin Hasan. Mantan bupati Pohuwato dan Bulukumba itu sendiri menekankan bahwa aleg maupun kader yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut, ia tak akan memberikan sanksi seperti yang dilakukan oleh ketua DPW sebelumnya.
Melainkan merangkul kader untuk dapat bersatu dalam membesarkan partai, serta mensukseskan Pilgub yang sudah di depan mata. “Itu sudah menjadi tugas saya. Insya Allah saya terus mensosialisasikan PAN disetiap kunjungan saya di kecamatan. Makanya setiap kunjungan saya, saya selalu menggunakan atribut PAN. Dan saya meminta kepada aleg yang hadir tadi dapat mensosialisasikan Zainuddin sebagai calon gubernur dari PAN,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Gorontalo, Salahudin Tuli, menyerukan kader PAN untuk solid memenangkan Zainudin Hasan di Pilgub. “Jadi sudah jelas surat tugas itu adalah menjalankan roda organisasi sesuai dengan yang diamanatkan dalam surat tersebut,” ujarnya.
Ditanyakan mengenai ketidakhadiran Ketua DPW dalam rapat tersebut, Salahudin mengatakan, undangan ini dibuat oleh DPP dan ditujukan kepada semua Aleg Provonsi dan kabupaten kota dan Pinhar, jadi persoalan ketidakhadiran Ketua DPW (Idris Rahim.red)tidak diketahuinya secara jelas.
“Ini merupakan kegiatan DPP. Saya kira yang hadir saat ini ada para Aleg dan juga Pinhar.Sekali lagi kepada para Aleg tidak usah khawatir dengan SP, karena sudah disampaikan oleh DPP tidal ada SP lagi,” tegasnya.
Bagaimana reaksi Idris Rahim terhadap keputusan DPP yang menunjuk Zainudin Hasan untuk menjalankan organisasi Partai?, saat dimintai tanggapannya , Wakil Gubernur Gorontalo itu tak memberi komentar panjang. “Sampai saat ini saya masih Ketua DPW PAN,” kata Idris Rahim via pesan singkat.(ndi/ded/wan/hargo)
