Imam Wahyudi: Paling Tidak, Ada Pedoman Peliputan Terorisme

×

Imam Wahyudi: Paling Tidak, Ada Pedoman Peliputan Terorisme

Share this article
Wartawan pakistan Dok : www.boombastis.com

Hal itu terjadi baik di media cetak, online maupun elektronik. Bahkan ironinya, ada kesan dramatisasi berkaitan penyajian informasi tentang terorisme.

“Karena itu BNPT bersama Dewan Pers membuat pedoman peliputan terorisme. Paling tidak pedoman itu menjadi standar bagi media maupun wartawan dalam menyajikan informasi terorisme,” tutur Imam Wahyudi.

Lebih lanjut Imam Wahyudi menyampaikan, salah satu hal yang sangat penting bagi media berkaitan penyajian informasi yaitu menghindari justifikasi. Seolah-olah kegiatan terorisme adalah agung.

“Teroris di Indonesia bersuaha mengidentikkan dengan Islam. Harapannya mereka mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.

Sehingga terbangun persepsi bila seorang teroris meninggal maka dia seolah-olah meninggal syahid,” beber Imam Wahyudi.

Hal senada juga disampaikan Willy Pramudya. Menurutnya, dalam beberapa kasus tanpa disadari media juga ikut membangun teror kepada masyarakat.

Salah satunya sebagaimana terjadi pada aksi bom di Sarinah. Dalam kejadian itu ada tujuh media online yang menyampaikan adanya aksi bom serupa di beberapa titik lain di Jakarta. Padahal kejadian itu sama sekali tidak ada.