Perintis PTA Gorontalo yang Tegas dan Sederhana
Awal tahun 2017, Provinsi Gorontalo kehilangan salah satu putra terbaik, adalah Drs.H. M. Natsir R Pomalingo M.HI, pria yang tercatat sebagai hakim tinggi pengadilan Agama ini, tutup usia pada Selasa (2/1) pukul 20.25 wita di RSAS, Kota Gorontalo.
KABARÂ duka wafatnya M. Natsir R Pomalingo seketika menyebar melalui media sosial.
Sejumlah grup whatsapp ramai menyampaikan dukacita meninggalnya sang hakim tinggi pengadilan agama ini. M.Natsir Pomalingo, meninggal dunia diusia 69 tahun.
Nama M.Natsir Pomalingo tak asing bagi insan pengadilan di tanah air. Pria lulusan jurusan Syariah IAIN Alaudin Makassar 1974 ini telah malang melintang pada dunia peradilan, khususnya pengadilan agama.
Begitu terbentuknya provinsi Gorontalo, almarhum berupaya agar pengadilan tinggi Agama berdiri di daerahnya. Tak heran, ia disebut sebagai perintis berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Gorontalo.
Almarhum juga tercatat sebagai ketua PT Agama pertama di Gorontalo (2006). Pada tahun 1998 ia pernah menjabat Ketua PT Agama Ambon, Provinsi Maluku, kemudian pada tahun 2001 menjabat sebagai ketua PT Agama Manado, Sulawesi Utara.
Setelah menjabat ketua PT Agama Gorontalo, almarhum M.Natsir Pomalingo menjabat sebagai ketua PA Agama Maluku Utara. Suami Hj Aisyah Djafar ini juga pernah menjabat sebagai ketua PA Gorontalo (1979) dan ketua PA Kotamobagu (1981).
Wafatnya M.Natsir Pomalingo tak saja meninggalkan duka bagi keluarga besar Pomalingo-Djafar, tetapi keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama dan jajarannya, merasa kehilangan dengan sosok sederhana ini.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo Drs H Mohamad Munawar mengatakan, almarhum adalah sosok senior dan juga guru di kalangan pengadilan tinggi agama, orang yang selalu bersahaja, sederhana namun juga disiplin dan tegas.
“Beliau selalu menjadi panutan kami, sikapnya yang tegas dan disiplin namun tetap sederhana menjadikan almarhum punya tempat tersendiri dihati kami para rekan kerja beliau†ungkap Mohamad Munawar.
Munawar juga menambahkan, karena kegigihannya pun akhirnya Provinsi Gorontalo berhasil mendirikan kantor Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Gorontalo, dimana sebelumnya Provinsi Gorontalo ini hanya memliki kantor pengadilan agama Kabupaten/Kota.
“Namun karena ketekunan dan loyalitasnya selama tiga puluh tahun mengabdi mampu mendirikan Pegadilann Tinggi Agama Provinsi Gorontalo,†jelas Munawar.
Hal yang sama disampaikan Jailani Husain, alumni HMICabang Manado ini mengenal betul sosok almarhum yang sederhana itu.
“Urusan ke kantor, almarhum gunakan mobil dinas. Jika urusan pribadi, menunggunakan angkutan umum mikrolet,”katanya.
