Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Indra Yasin Berharap Transaksi Digital Lebih Cepat, Efisien dan Efektif

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Jumat, 19 November 2021 | 03:05 AM Tag: , ,
  Penyerahan plakat kepada Kepala BI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto oleh Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin saat launching TP2DD. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo mensuport langkah pemerintah Gorontalo Utara (Gorut) yang membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Itu bahkan sudah dilakukan launching oleh Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin di Aula Gerbang Emas, Selasa (16/11/2021).

Indra Yasin menegaskan bahwa ke depan tak bisa dibantah lagi, bahwasanya dalam transaksi keuangan sudah menggunakan sistem digital. Artinya, sudah tidak sama dengan sistem terdahulu yang masih bersifat manual. 

“Intinya, dengan sistem digital dalam transaksi keuangan, itu lebih cepat, efisien dan efektif,” kata Indra Yasin. 

Oleh sebab itu, dengan sistem digital, segala bentuk pembayaran, terutama menyasar UMKM dan sektor riil, di antaranya jasa perdagangan, rumah makan dan sektor jasa lainnya. 

“Sebab, dengan sistem digital ini, kalau mau pesan sesuatu kita sudah melalui digital. Apapun yang kita pesan sudah melalui digital. Sehingga lebih cepat dan kita tidak langsung bersentuhan, apalagi di masa pandemi sekarang ini,” tuturnya. 

Maka dari itu, sistem digital ini, kata Bupati Indra, tentu sudah harus lebih baik lagi ke depan, dalam rangka memberikan kenyamanan terhadap pelayanan yang diterima. 

“Paling tidak, setiap orang akan semakin nyaman bertransaksi secara digital, ketimbang manual,” ujarnya. 

Selanjutnya, atas pembentukan TP2DD itu, Bupati Indra berterima kasih kepada pihak Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, mengingat digitalisasi yang digunakan persis yang menjadi visi pemerintah Kabupaten Gorut di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Thariq Modanggu. 

“Kita punya program Gorut Digital Village (GDV). Artinya, setiap desa kita dorong agar sudah memanfaatkan sistem digital, tentu ditunjang dengan ketersediaan internet. Pada dasarnya, kami ingin mulai semua dari desa, sampai ke pusat pemerintahan,” imbuhnya. 

Oleh karena itu, untuk menunjang itu, Indra mengaku, pihaknya terus membangun tower-tower jaringan internet untuk mendukung pelaksanaan Gorut Digital Village. 

“Insya Allah tahun depan kita ada 9 tower lagi, dapat bantuan dari pemerintah pusat lewat Kementerian Kominfo. Sehingga apa yang kami canangkan hari ini bersama Bank Indonesia bisa terlaksana lebih cepat lagi,” harapnya. 

Ia juga berharap, UMKM, pasar tradisional dan tempat-tempat wisata di Gorut dapat memanfaatkan sistem digital ini. 

“Sehingga kita tidak perlu capek-capek , pesan saja tiket masuk ke tempat wisata, tinggal pesan lewat sistem digital, kira-kira begitu. Karena dengan digital, sudah serba mudah, tinggal dipilih, apa yang kita inginkan bisa langsung dipesan,” terangnya. 

Selebihnya, atas nama pemerintah Kabupaten Gorut, Indra menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak Bank Indonesia yang sudah mensponsori pelaksanaan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. 

“Alhamdulillah perhatian pihak BI, terutama Pak Budi selaku Kepala BI terhadap Kabupaten Gorut cukup besar.  Tidak saja dalam hal digitalisasi transaksi keuangan, tapi ada juga objek-objek pembangunan lainnya yang sudah dilaksanakan di Gorontalo Utara,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto mengatakan, dengan terbentuknya TP2DD, diharapkan semakin memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban perpajakannya sekaligus mendorong penguatan Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Dengan demikian, lanjut Budi, dapat meningkatkan potensi penerimaan pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi. 

“Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi pembayaran di semua sektor. Digitalisasi menjadi suatu keharusan yang harus dimiliki oleh semua usaha untuk memperluas pasar dan juga memudahkan transaksi pembayaran,” ujarnya. 

Selain itu, digitalisasi juga sejalan dengan protokol kesehatan yaitu untuk selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 12 times, 1 visits today)

Komentar