Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Alasan Mengapa Pekerjaan Harus Disyukuri

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Thursday, 11 August 2016 | 19:14 PM Tags: , ,
  

Hargo.co.id INGGRIS- Bekerja sesuai dengan passion memang tampaknya sangat ideal. Namun ada alasan lain mengapa kamu harus berayukur dengan pekerjaan yang kamu anggap bukan passionmu:

1. Jangan-jangan, kamu terjebak di “passion yang salah”
Kamu tak boleh terburu-buru menilai passion-mu. Jangan-jangan, yang kamu anggap passion itu hanya kesukaan terhadap hal-hal tertentu dalam waktu yang tak lama atau temporer. Ingat, passion bisa kamu sadari atau kamu temukan saat kamu sudah melakoni suatu pekerjaan. Kamu tak perlu terlalu idealis mencari pekerjaan, misalnya tak mau bekerja kalau tak jadi dosen.

Padahal, melakoni pekerjaan menjadi dosen sebenarnya bukan passion-mu yang sesungguhnya. Kamu hanya merasa suka sesaat. Karena itu, kamu jadi susah sendiri dan terjebak dengan passion yang salah. Kamu juga jadi gak punya kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuanmu.

2. Hati-hati, passion bisa hilang saat kamu merasa sangat tertekan dengan pekerjaan itu
Bekerja sesuai dengan passion rupanya tak selamanya menarik. Seketika, passion bisa hilang hanya karena kamu sangat tertekan dengan pekerjaan, dengan lingkungan kantor, atau bahkan ditekan bos.

Ketika pekerjaan gagal, kamu kehilangan pembelaan diri untuk mencoba bangkit. Pasalnya, kamu akan berpikir, bekerja sesuai dengan passion saja gagal, apalagi bekerja dengan gawean yang tak kamu minati. Saat itu juga, kamu akan merasa frustrasi dan cenderung trauma dengan pekerjaan yang menurutmu sesuai dengan passion-mu. Gairah bekerjamu pun jadi menurun. Kalau sudah kayak gini, lalu kamu bisa apa?

3. Rela bekerja digaji dikit hanya karena passion? Kayaknya mulai sekarang kamu harus realistis
Kamu harus berpikir realistis. Kalau pekerjaan yang menurutmu sesuai dengan passion-mu itu tak membuahkan hasil yang maksimal, ya carilah pekerjaan yang mampu mencukupi kebutuhanmu. Hidup ini penuh hal-hal realistis. Untuk itu kamu harus berjuang.

4. Gimana kalau passion-mu ternyata gak seimbang dengan kemampuanmu?
Kamu merasa punya passion melukis, tapi ternyata kamu tak mampu melukis. Kamu hanya suka, tapi tak sanggup. Siapa yang rela mengeluarkan rupiah untuk membayar lukisanmu, yang menurut mereka tak layak dipajang?

Atau kamu merasa passion-mu adalah menyanyi. Namun sayangnya suaramu tak merdu-merdu amat dan tak punya karakter. Label rekaman mana yang akan melirikmu? Seberapa banyak juga orang yang ingin mendengarkan suaramu? Coba pikirkan ulang.

(Sikah/Pojoksatu/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar