Sabtu, 29 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Alasan Tiongkok Larang Pesepakbola Bertato

Oleh Admin Hargo , dalam Sepakbola , pada Jumat, 31 Desember 2021 | 08:05 AM Tag: , , ,
  Arsip - Pemain Guangzhou Evergrande Zhang Linpeng (kanan) berebut bola dengan pemain Suwon Bluewings Sanghyeok Park pada laga AFC Champions League Grup G di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, Minggu (22/11/2020). (ANTARA FOTO/ REUTERS/Ibraheem Al Omari/aww.)

Hargo.co.id, BEIJING – Tiongkok melarang pesepakbola menato tubuhnya dan memerintahkan semua pemain tim nasional yang sudah terlanjur dirajah menghapus atau menutupinya untuk memberi “teladan kepada masyarakat”.

Semakin banyak pemain terkenal Tiongkok yang bertato, termasuk bek internasional Zhang Linpeng.

Dia sudah pernah diminta menutupi tatonya saat tampil membela timnas dan klub Guangzhou FC.

Otoritas olahraga Tiongkok (GAS) mengatakan Asosiasi Sepak Bola Tiongkok akan menetapkan persyaratan disiplin untuk pemain tim nasional.

“Tim nasional semua tingkatan akan secara ketat menerapkan syarat-syarat relevan aturan manajemen (dan) sepenuhnya menunjukkan semangat positif pemain sepak bola Tiongkok dan memberikan teladan yang baik kepada masyarakat,” tulis GAS seperti dikutip Reuters.

“Tim nasional dan atlet tim nasional U23 dilarang keras memiliki tato baru, dan mereka yang sudah memiliki tato dianjurkan menghapusnya”.

”Dan jika ada keadaan khusus yang disepakati oleh tim, maka (pemain) harus menutupi tato selama latihan dan bertanding,” papar GAS.

GAS juga menegaskan tim U-20 dan di bawahnya “dilarang keras” merekrut pemain bertato.

GAS menambahkan tim nasional harus membuat “kegiatan pendidikan ideologis dan politik” yang memperkuat patriotisme pemain.

Tiongkok gagal ke putaran final Piala Dunia sejak debut mereka pada 2002 dan sepertinya juga akan absen dalam Piala Dunia Qatar 2022.(JawaPos.com)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Tiongkok Larang Pesepakbola Bertato, yang Terlanjur Harus Dihapus“. Pada edisi Kamis, 30 Desember 2021.
(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar