Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Penjelasan Direktur RS Dunda Limboto Terkait Penumpukan Sampah 

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo , pada Jumat, 3 Juni 2022 | 14:05 Tag: , , ,
  Direktur RS Dunda Limboto, Alaludin Lapananda saat diwawancarai sejumlah awak media. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Direktur RS. Dunda Limboto, Alaludin Lapananda angkat bicara menanggapi temuan limbah B3 yang menumpuk di tempat pembuangan sampah (TPS) di rumah sakit itu. Menurutnya, temuan tersebut terjadi saat pihak ketiga dalam posisi wait and see.

Alaludin Lapananda menjelaskan, penumpukan sampah tersebut terjadi saat proses tender terkait pengelolaan sampah masih sementara berlangsung sehingga pihaknya masih menunggu pihak ketiga yang akan menjadi pemenang dalam tender tersebut.

“Saya akui ada penumpukan, tapi penumpukan ini terjadi karena pihak ketiga yang sebelumnya dia posisinya wait and see, dia belum relate dengan proses yang kita lakukan itu seperti apa,” kata Alaludin Lapananda saat diwawancarai sejumlah awak media.

Pengelolaan limbah B3 di RSUD dunda, sudah berlangsung sejak tahun 2019. Saat dirinya menjabat, kata Alaludin Lapananda, pengelolaan limbah B3 memang telah menjadi jadi salah satu fokusnya selain pelayanan, pengadaan obat-obatan, kebersihan lingkungan serta makan dan minum pasien.

“Ketika saya November masuk, saya cek TPS limbah B3, saya tanya ke tenaga teknisi, katanya aman dan standarnya juga terpenuhi. Itu penyampaian mereka di November. Tapi, meskipun dikatakan standar, Saya ingin membenahi TPS ini agar lebih baik lagi,” katanya.

Alaludin Lapananda mengatakan, niatnya untuk membenahi TPS tersebut sempat terhalang oleh masalah keuangan yang saat itu sedang terjadi di rumah sakit. Karena itu, kata dia, Dirinya harus fokus ke pengelolaan keuangan tersebut agar niatnya untuk memperbaiki TPS tidak terkendala.

“Nah, ketika itu karena anggaran belum ada. Jadi saya awalnya itu fokus bagaimana saya menata pengelolaan keuangan sehingga bagaimana beban hutang ini bisa terbayarkan,” Katanya menerangkan.

Meski begitu, kata Alaludin Lapananda, dengan anggaran yang ada, dirinya berusaha memperbaiki sedikit TPS dengan memasang Kanopi. Hal tersebut berhasil menurunkan berat sampah yang menjadi bertambah karena sering terkena imbasan air hujan.

“Bulan Desember saya pasang kanopi canopy untuk melindungi agar sampah ini jangan sampai kena imbasan air hujan, karena kalau kena imbasan hujan, beratnya bertambah dan biaya pengangkutan juga menjadi bertambah,” katanya menjelaskan.

Selain itu, kata Alaludin Lapananda, dirinya kembali melakukan negosiasi dengan pihak ketiga terkait penurunan harga pengangkutan sampah. Dirinya juga berkoordinasi dengan bagian keuangan terkait pengangkutan sampah tersebut.

Saat itu, dirinya dihadapkan dengan dua peraturan yang ada. Dimana, salah satu peraturan mengatakan anggaran Rp 200 juta bisa dikelolah oleh rumah sakit sedangkan dalam peraturan lain dana sebesar itu visa juga dipihak ketigakan.

Pihaknya kemudian memutuskan untuk mengundang beberapa perusahaan yang akan menjadi pihak ketiga untuk pengelolaan sampah tersebut.

“Saya harus memilih salah satu yang terbaik. kita undang pihak ketiga untuk melakukan penawaran. Ada tiga calon. Mereka saya minta persentase. Nah pada saat itu akan kita putuskan siapa pemenangnya. Tiba-tiba muncul berita di media sosial pada awal mei, ramai di media katanya ada penumpukan,” kata Alaludin Lapananda.

Terkait sampah limbah B3 yang menumpuk di TPS rumah sakit, kata Alaludin Lapananda, sudah di angkat oleh pihak ketiga.

“Terkait penumpukan sampah, saya lihat ada pihak ketiga lain yang kebetulan mobil tempat sampahnya ada di Gorontalo yang mereka ini memuat dua minggu sekali sehingga saya melakukan negosiasi MOU dengan mereka. Sehingga ada penumpukan sampah sekitar 3,5 ton, saya lakukan MOU dengan mereka. Begitu juga dengan yang 8,5 ton, saya juga lakukan MOU,” katanya menerangkan.

Sedangkan untuk memaksimalkan proses pelelangan, Dirinya kemudian mendorong proses tender tersebut ke ULP.

“Nah ini sudah ada keputusan dari pihak manajemen, saya sudah mengambil sikap untuk kita dorong ini ke ULP untuk melakukan proses tendernya,” kata Alaludin Lapananda. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 55 times, 1 visits today)

Komentar