Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Boalemo, Hasan Makuta, melalui Kabid Perdagangan Halim Iyabu, buka suara terkait bangunan petak di Pasar Bubaa, Paguyaman Pantai, yang sempat disoroti Komisi II Legislator Boalemo, saat melakukan kunjungan kerja evaluasi dan monitoring beberapa waktu lalu.
Kepada Hargo.co.id, Halim Iyabu tak menampik apa yang disampaikan oleh pihak Komisi II Legislator yang mengatakan, jika bangunan sebanyak 20 petak di Pasar Bubaa tersebut, kurang diminati dan tak ditempati para pedagang.
“Ya memang benar itu, sesuai hasil pemantauan kami juga, bahwa yang menggunakan itu ada beberapa orang. Ada 3 petak yang terisi kalau tidak salah. Tapi, mereka itu tidak bayar PAD. Hasil konsultasi kami dengan Kepala Desa Bubaa, manakala bangunan tersebut diminta untuk dikelola oleh desa, kemarin permintaan itu secara lisan,” kata Halim Iyabu, Jumat, (04/03/2022).
Menyikapi kondisi ini pun kata Halim Iyabu, pihaknya bakal berupaya mencari solusi dengan melibatkan para pihak terkait, tak terkecuali dengan pihak Komisi II DPRD Boalemo, selaku mitra dari Dinas Perindagkop. Ia menuturkan, pihaknya juga akan turun lapangan kembali untuk mengumpulkan semua fakta lapangan.
“Jadi kita akan turun dulu, saya sudah koordinasi dengan pak Kadis, selanjutnya kami akan bicarakan bersama bagaimana tindak lanjutnya. Ketika ini misalnya juga kita iyakan untuk dikelola oleh Desa, jangan sampai akan diikuti oleh desa-desa lain yang juga ada bangunan serupa. Sebab, belajar dari pengalaman lalu, pasar yang dipihak ketigakan, hasilnya tidak efektif,” bebernya.
Halim Iyabu menjelaskan, bangunan tersebut dibangun sebelum Pemerintahan Damai. Saat itu lanjutnya, memang ada pemasukan untuk Daerah. Namun, semenjak Pemerintahan Damai, belum ada pemasukan hingga sekarang.
“Satu tahunnya setelah diresmikan, memang banyak yang menempati bangunan itu. Tetapi, tahun-ketahun, ini sudah mulai berkurang dan sampai saat ini, mungkin tinggal 3 orang. Padahal petak itu ada sekitar dua puluhan,”imbuhnya.
Bicara kerugian lanjut Kabid Perdagangan, otomatis Daerah dirugikan. Sebab tidak ada pemasukan untuk PAD dari bangunan tersebut. Dan menurutnya, hanya bangunan yang di Paguyaman Pantai inilah yang tidak ada pemasukannya saat ini, dibanding bangunan-bangunan lain yang tersebar di seluruh pasar Boalemo. (***)
Penulis : Abdul Majid Rahman
