Jalan Madura dan Tondano Dipercantik, Lapak Pedagang Harus ‘Cantik’ 

×

Jalan Madura dan Tondano Dipercantik, Lapak Pedagang Harus ‘Cantik’ 

Sebarkan artikel ini
Salah satu sudut di Jalan Tondano, Kota Gorontalo yang mana trotoar kini dipercantik. (Foto: HARGO)
Salah satu sudut di Jalan Tondano, Kota Gorontalo yang mana trotoar kini dipercantik. (Foto: HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jika seseorang kini melintas di Jalan Madura dan Jalan Tondano, Kota Gorontalo, akan disuguhkan pemandangan menarik. Meskipun pengerjaannya kini belum selesai, namun trotoar pada kedua jalur tersebut sudah nampak cantik.

Informasi yang berhasil dihimpun, pembangunan trotoar tersebut dimulai sejak beberapa bulan lalu. Konsepnya, bukan hanya trotoar yang hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki. Pada lahan yang lebih luas terdapat taman dan areal untuk jualan bagi pedagang kaki lima.  

Khusus pedagang kaki lima, nampaknya memang harus mendapat tempat. Mengingat sebelum dipercantik, mereka memang sudah jualan di tempat tersebut. Artinya, wajak jika pemerintah menyiapkan tempat bagi para pedagang kaki lima untuk kembali berjualan. 

Hanya saja, muncul pertanyaan. Ketika pekerjaan sudah selesai, dan para pedagang sudah boleh kembali berjualan di lokasi tersebut, apakah lapak yang digunakan masih seperti dulu? Mereka bebas membuat lapak yang justru menimbulkan kesan semrawut. Selain itu, ukuran lapak bakal tak seragam, sehingga bakal ada pedagang yang lapak ukurang kecil, dan bahkan justru ada yang tak dapat tempat.      

“Ini mungkin perlu dipikirkan oleh pemerintah. Trotoarnya sudah dipercantik, maka lapaknya juga harus ‘cantik’. Ukurannya seragam, dan bahan yang digunakan juga seragam. Usul, pemerintah yang harus adakan lapak-lapak tersebut,” kata Rizal, salah seorang warga yang kebetulan melintas di jalur tersebut. 

Jika tidak, menurut Rizal, keindahan trotoar hilang akibat lapak-lapak yang tak ditata dengan baik. Makanya, pemerintah harus mengatur dan menata letak lapak-lapak nantinya. Apalagi sebelum dipercantik, di lokasi itu memang sudah ada lapak. (***)

 

Penulis: Diyanti Niode *

*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG