Hargo.co.id– Akses darat menuju kecamatan Atinggola di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) masih terhambat. Pasalnya, salah satu titik di ruas jalan yang ada di Desa Posona, Kecamatan Atinggola nyaris putus. Hingga berita ini dibuat tadi malam, jalan itu hanya bisa dilalui oleh motor. Sementara mobil belum bisa melintasi jalan yang sudah menggantung tanpa penahan itu.
Tingginya curah hujan yang melanda wilayah di Kecamatan Atinggola pada Rabu (7/2), menyebabkan debit air sungai yang melewati platdecker yang melintasi salah satu titik jalan di Desa Posona, meningkat. Akibatnya, platdecker yang menopang jalan terbawa arus air. Aspal jalan tertinggal dan menggantung.
Karena sangat membahayakan pengguna jalan, kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat yang akan melewati jalan itu sempat dihentikan. Sehingga akses menuju tiga desa di Kecamatan Atinggola yaitu Desa Posono, Buata dan Tombulilato nyaris terhenti total sekitar pukul 16.50 wita, kemarin.
Menyikapi kondisi itu, sejumlah personil TNI turun ke lokasi. Dengan dibantu masyarakat, sejumlah personil TNI memasang papan di bagian tengah jalan. Agar kendaraan roda dua bisa melintas. Sementara kendaraan roda empat belum diijinkan.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun langkah cepat pemerintah untuk memperbaiki plat decekr diperlukan agar akses jalan dari pusat kecamatan menuju tiga desa tersebut tidak putus. Anggota DPRD Gorut dari Fraksi Partai Golkar dari Dapil Atinggola-Gentuma Raya Rina Polapa, mengimbau kepada warga untuk waspada melalui jalur ini. Mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Atinggola. Pihaknya akan segera mengkomunikasikan dengan pemerintah kabupaten untuk secepatnya menangani perbaikan plat decker tersebut.(idm/hg)
