Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Januari, Permintaan Ayam Sepi

Oleh Aslan , dalam Ekonomi Headline , pada Senin, 29 Januari 2018 | 09:42 AM Tag:
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Permintaan ayam potong di sejumlah pasar tradisional cenderung menurun, terutama sebulan belakangan ini. Baik ayam kampung maupun ayam broiler atau ayam potong.

Sebagaimana pantauan Gorontalo Post, rata-rata para pedagang mengaku mengalami penurunan penjualan ayam potong sejak awal Januari ini.

Menurut pedagang, hal itu disebabkan karena faktor hajatan selama bulan Januari terbilang kurang. Selain itu, aktivitas pemerintahan yang relatif sepi juga memicu turunnya permintaan ayam potong.

“Biasanya, bulan Januari memang bisa di bilang “musim dingin”. Dingin, maksudnya permintaan kurang karena belum banyak hajatan atau kegiatan dari hotel-hotel (pemerintahan,red),” ujar Santo, pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Dia menuturkan, belakangan ini ayam yang laku terjual paling banyak hanya 20 ekor saja. Padahal, jika hari biasa mencapai 30 ekor sampai 40 ekor per harinya. “Memang penjualan turun sekali, sekarang ini yang beli ayam cuman langganan yang punya rumah makan,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Umara, pedagang ayam kampung. Dia mengakui permintaan sangat kurang saat bulan Januari.

Bahkan, menurutnya, penjualan ayam kampung menurun drastis jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, terutama pada akhir tahun. “Mana musim hujan bagini, ayam rentan sakit.

Bisa jadi rugi dua kali ini,” ujarnya. Setiap hari ia hanya mampu menjual ayam kampung sebanyak 3 sampai 4 ekor saja. “Itupun rata rata orang beli yang ukuran kecil saja,” katanya.(axl/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar