Ilustrasi, Kecelakaan kerja. (iStockPhoto)

Jatuh dari Ketinggian 16 Meter, Dua Pekerja PG Tolangohula Meninggal Dunia

Metropolis

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua orang pekerja di Pabrik Gula (PG) Tolanggohula kabupaten Gorontalo, meninggal dunia. Selasa (17/1/2023). Kabar yang beredar, mereka meninggal akibat jatuh dari ketinggian kurang lebih 16 meter.

Dua orang pekerja tersebut merupakan ayah dan anak, dengan nama Hadi Siswanto (47) dan Dimas Darmawan (18). Kejadian berawal ketika keduanya tengah melakukan perbaikan pergantian atap seng Sri Clarification dibagian proses 2 dan terjatuh dari ketinggian 16 meter dan mengenai cor lantai cane yard. Akibat hal itu, Hadi dan Dimas mengalami sejumlah luka dibagian kepala yang mengakibatkan keduanya meninggal.

banner 728x485
Salah satu korban yang jatuh dari ketinggian 16 Meter di PG Tolangohula ketika mendapat penanganan medis. Sayangnya, upaya itu tak membuahkan hasil. (Foto: Istimewa)

Kapolres Gorontalo AKBP Dadang Wijaya melalui Kapolsek Tolangohula IPDA Gendut Hartono mengungkapkan, kejadian sekitar pukul 11.45 Wita. Kala itu, tiga pekerja sedang melakukan aktifitasnya, dimana dua korban merupakan pekerja borongan di PG Tolanggohula dan satunya dikontrak sejak tanggal 11 januari sampai 4 Februari 2023 untuk melakukan pekerjaan perbaikan atap seng Sri Clarification dibagian proses mesin penggilingan 2.

Dimana, korban Hadi dan anaknya Dimas posisinya diatas seng. Hadi sementara memasang baut menggunakan alat, sementara Dimas menunggu seng yang akan dipasang, dari pekerja satunya lagi bernama Riski, yang ditarik dengan tali nilon.

“Jadi setelah memasang seng mereka bersiap untuk istirahat dan turun dari atas, tetapi saat berjalan, Hadi Siswanto terpeleset dan berpegang pada anaknya Dimas Darmawan. Namun, karena tidak menggunakan tali pengaman, ayah dan anak ini jatuh dari ketinggian sekitar 16 meter, sementara dilantai bawah sudah dicor yang mengakibatkan benturan keras mengenai kepala keduanya,” jelas Gendut Hartono.

Lanjut dikatakannya, korban meninggal mengalami banyak luka dibagian kepala dan pelipis. “Keduanya sempat dilarikan ke puskesmas Tolanggohula, namun tidak bisa terselamatkan,” jelas Gendut Hartono.

Ketika ditanya, terkait insiden ini, apa saja langkah yang sudah dilakukan Polsek ?

Gendut Hartono mengatakan, sejauh ini lokasi sudah dipasang garis polisi dan sudah memanggil sejumlah saksi dan juga sudah konfirmasi dengan pihak perusahaan. Dari upaya konfirmasi itu, pihak perusahaan menyampaikan jika tanggungjawab keselamatan pekerja ada pada kontraktornya.

“Memang sudah kami tanyakan apakah pekerja masuk asuransi ketenagakerjaan dan nanti akan kami konfirmasi lagi ke bagian umumnya dan masalah ini sudah dikonsultasikan dengan Kasat Reskrim, dimana masalah ini juga akan dilimpahkan ke Polres Gorontalo apakah ada kelalaian SOP dan lainnya, karena kami Polsek baru melakukan penanganan awal yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Gorontalo,” tandas Gendut Hartono.

Secara terpisah Humas PG Tolanggohula Sartin Djou saat dicoba mintai keterangan belum bisa dihubungi, baik melalui WA dan Telephone.(*)

Penulis: Deice Pomalingo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *