GORONTALo, Hargo.co.id – Menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H, kebutuhan pokok mulai bergejolak. Tak terkecuali daging sapi. Ya, daging merupakan satu makanan wajib saat berkumpul dengan keluarga pada moment lebaran nanti. Wajar jika permintaannya mulai naik sehingga harganya pun perlahan mulai naik.
Pantauan Gorontalo Post (Hargo.co.id) di sejumlah tempat pemotongan hewan di Kota Gorontalo menggambarkan kondisi demikian. Menurut sejumlah pedagang, harga daging yang ada di tempat pemotongan hewan sederhana dan yang ada di pasar tradisional sama harganya.
Sebelumnya, harga daging di tempat pemotongan hewan sederhana pada pertengahan Ramadan dijual Rp 110 Ribu per kilogram. Namun karena permintaan mulai bergairah, harganya ini sudah menjadi Rp 115 Ribu per kilogram.
“Tidak ada yang protes dan itu sudah tradisinya begitu (tradisi kenaikan jelang lebaran,red),†ungkap Iswadi Sani, pedagang daging sekaligus tempat pemotongan sapi di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo, kemarin, Selasa (12/6).
“Adanya kenaikan tersebut, kata Iswadi, menunjukkan permintaan sudah mulai bergeliat. Bahkan, H-1 lebaran, harganya bisa naik lagi sekitar 40 persen. Biasanya, bisa tembus sampai Rp 130 per kilogram kalau sehari sebelum hari raya,” katanya.
Sementara itu, pantauan Gorontalo Post di pasar sentral Kota Gorontalo, harga daging masih dijual Rp 110 Ribu per kilogram. Namun, bukan hal yang mustahil juga harga daging bisa naik dalam waktu dekat.
“Biasanya paling tinggi naik sampai Rp 130 Ribu atau Rp 135 Ribu per kilogram. Itu satu hari sebelum Idul Fitri,” kata Risman Deu, pedagang daging di pasar sentral Kota Gorontalo.
Menurutnya, jika saat ini harga daging sudah naik menjadi Rp 115 Ribu pun sudah wajar. “Tapi saya punya masih jual dengan harga standar, Rp 110 Ribu per kilogram mau daging premium atau super,” jelasnya.(axl-gp/hg)
