Hargo.co.id, GORONTALO – Berdasarkan letak geografis, Provinsi Gorontalo berada di antara Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan Sulawesi Utara (Sulut). Sebanyak empat pintu gerbang yang menghubungkan dua daerah tersebut, ketika lewat darat. Itu penyebab Gorontalo harus lebih waspada guna mencegah penularan Covid-19.
Menariknya, dari empat pintu gerbang itu, terdapat dua di Gorontalo Utara. Yakni, pintu gerbang yang berada di Atinggola yang berbatas langsung dengan Bolaang Mongondow Utara, Sulut. Pintu lainnya yakni yang berada di Tolinggula yang berbatas langsung dengan Buol, Sulteng.
Jelang perayaan Natal dan Tahun baru (Nataru), pemerintah Gorontalo Utara mendapat tugas untuk membantu TNI dan Polri. Menurut Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, pihaknya siap membantu dalam mengintensifkan pemeriksaan pengguna jalan dan vaksinasi di titik-titik yang menjadi checkpoint.
“Selanjutnya, untuk kebijakan lainnya terkait pembatasan aktivitas masyarakat sepanjang libur Nataru, melalui OPD terkait berkoordinasi dengan pihak TNI-Polri akan menerapkan aturan menyahuti kebijakan yang kemudian turun dari pemerintah pusat. Tempat-tempat wisata tentu dibatasi aktivitasnya, bahkan ditutup sepanjang libur Nataru,” kata Indra Yasin usai mengikuti rapat secara virtual dengan Kapolri.
Lanjut katanya, demikian halnya di wilayah perbatasan, harus menjaga agar selama libur Nataru, tidak ada penyebaran Covid-19. Terlebih yang masuk dari luar ke Gorontalo Utara. Apalagi kini sudah ada virus Corona varian baru, yang tentu harus diwaspadai. Terkait penyebaran vaksinasi, Indra Yasin mengungkapkan, di Gorontalo Utara, penyebaran vaksinasi terus melandai menjelang akhir tahun ini.
“Sekarang kita sudah nol kasus. Memang terakhir itu ada dua kasus, tapi sekarang sudah sembuh. Kita doakan hingga akhir tahun ini, tidak ada lagi kasus terkonfirmasi positif di Gorut, amiin,” imbuhnya.
Sementara untuk realisasi vaksinasi, di Gorontalo Utara persentasenya terus meningkat. Per 15 Desember 2021, total realisasi vaksinasi di Gorontalo Utara telah mencapai target.
“Untuk dosis 1 itu kita sudah mencapai 69,41 persen. Sementara dosis 2, kita sudah 40,60 persen dan dosis 3, sebesar 0,52 persen,” kuncinya. (***)
Penulis: Alosius M. Budiman
