Tahapan penyerahan berkas dukungan Calon Gubernur-Wakil Gubernur dari jalur perseorangan dimulai 3-7 Agustus.
M.N Tuli berharap agar dalam proses penelitan dan pencocokan data, pasangan calon melalui LO (tim penghubung) bisa membantu petugas KPU dalam melakukan verifikasi data .
“Nanti Bawaslu akan ikut bersama-sama mengawasi. Ini biar penelitian administrasinya bisa lebih cepat,” jelasnya.
Djamrudin Maloho mengatakan, dukungan KTP yang diserahkan ke KPU sebanyak 83.407 yang tersebar di semua kabupaten-kota. Dukungan KTP tertinggi dari Kabupaten Gorontalo sejumlah 30.220 KTP, disusul Gorut 22.929 KTP, Pohuwato 20.284 KTP, Bonbol 9.708 KTP, Boalemo 223 KTP dan Kota Gorontalo 43 KTP.
“Ini adalah bentuk kesungguhan pasangan kami untuk bertarung di Pilgub nanti,” ujar Djamrudin.
Saat diwawancarai wartawan, Djamrudin mengaku, belum menggembar-gemborkan pencalonannya di Pilgub karena masih berkonsentrasi mengumpulkan dukungan KTP. Tapi kegiatan itu juga sudah sekaligus sosialisasi langsung ke masyarakat.
“Ibaratnya kita seperti kapal selam yang beroperasi diam-diam. Nanti kalau sudah ditetapkan sebagai pasangan baru kita akan sosialisasi dengan gencar dan masif,” ungkapnya.
Djamrudin menegaskan dirinya tidak takut menghadapi calon dari partai politik termasuk incumbent. Karena dia yakin bisa berkompetisi di Pilgub.
“Incumbent..Saya tidak takut. Sekarang saja saya sudah punya pendukung 175 ribu pemilih,” ungkapnya. (rmb/tr-45/hargo)
