Ekonomi

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Terpantau Naik

×

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Terpantau Naik

Sebarkan artikel ini
Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Terpantau Naik
Aktivitas salah satu pedagang rempah-rempah di Pasar Sentral Kota Gorontalo. (Foto: Marsya Paloa/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua pekan menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Gorontalo, terpantau mulai mengalami kenaikan.

Berita Terkait:  PTPP Gelar RUPS Tahunan Tahun Buku 2025; Tetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan Perkuat Strategi Bisnis

Seperti di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Kenaikan harga bahan pokok ini terjadi pada komoditas rempah-rempah, beras dan minyak goreng.

Heldi, salah satu pedagang rempah-rempah, mengungkapkan bahwa harga cabai (rica) mengalami lonjakan drastis dari sebelumnya Rp15.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Frontliner BRI Krekot Kenakan Busana Nasional di Hari Kartini

“Naiknya lumayan banyak, apalagi rica. Ini memang biasa tiap jelang puasa,” ujarnya.

Selain cabai, harga bawang merah juga naik dari Rp25.000 menjadi Rp38.000 per kilogram,

sementara bawang putih naik tipis dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.

Sebaliknya, harga tomat justru mengalami penurunan dari Rp18.000 menjadi Rp16.000 per kilogram,

sedangkan minyak goreng naik tipis dari Rp21.000 menjadi Rp22.000 per liter.

Berita Terkait:  Wujud Kepedulian Sosial, JTT Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru

Sementara itu, khusus harga beras satu karung naik dari Rp 650.000 menjadi Rp680.000, sementara harga eceran perliter berkisar Rp12.000 hingga Rp12.500.

“Kalau telur masih stabil di Rp55.000 sampai Rp60.000 per rak, belum ada kenaikan,” kata Heldi.

Berita Terkait:  Kolaborasi Kondisi Darurat, KAI Divre III Palembang Salurkan CSR Mobil Ambulance Melalui BPBD Kabupaten Muara Enim

Sementara itu, Feri Monoarfa pedagang daging sapi menyebutkan bahwa harga daging sapi masih bertahan di Rp125.000 per kilogram.

Berbeda dengan komoditas rempah-rempah, harga ayam potong menjelang Ramadan turun hingga Rp. 20.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

“Sebelumnya ayam dijual Rp80.000 per kilogram, sekarang sudah turun menjadi Rp50.000 hingga Rp65.000,” ujar Farel Botutihe, pedagang ayam di Pasar Sentral.

Kenaikan harga bahan pokok ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga mendekati bulan Ramadan, dipicu oleh meningkatnya permintaan dan faktor distribusi. Para pedagang berharap pemerintah dapat melakukan intervensi guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat. (MG-09/MG-10/MG-11) 

Berita Terkait:  Resilien di Tengah Koreksi Harga Batubara, Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Ekspansif