Hargo.go.id-Jurnalis Gorontalo dan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) beramai-ramai mengkampanyekan penolakan terhadap informasi hoaks, ujaran kebencian dan isu SARA, kemarin, Rabu (21/3).
Dalam kampanye tersebut, sekelompok mahasiswa dan jurnalis Gorontalo juga menyuarakan dukungan pelaksanaan Pilkada damai 2018 dan mendukung upaya Polri dalam memberantas informasi hoaks.
yang diungkapkan jurnalis Tv One, I Kadek Sugiarta, bahwa sebagai jurnalis pihaknya tentu sangat menolak yang namanya informasi hoaks karena bisa menimbulkan masalah besar dan memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.
Olehnya, sebagai jurnalis dirinya tentu akan memberikan informasi yang benar, aktual dan terpercaya sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi berita atau informasi yang tidak menyesatkan. “Kami pun sebagai jurnalis berharap agar seluruh elemen masyarakat bisa selektif dalam melihat berita dan menganalisis sebuah informasi.
Ketika informasi itu tidak benar, maka jangan terburu-buru menyebarluaskannya,” ungkapnya.Sementara itu, Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol Rachmad Fudail melalui Pa Kasubdi Penmas Bid Humas Polda Gorontalo, Ipda Robinson Ismail, mengatakan, aksi ini merupakan bagian kampanye Polri untuk menolak informasi hoaks, ujaran kebencian dan isu SARA.
Peran media dan mahasiswa, kata Robinson, tentu sangatlah penting dalam memberikan atau menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat luas. “Ketika ini tidak kita antisipasi sedini mungkin, maka isu SARA, ujaran kebencian dan hoaks bisa menimbulkan perpecahan dan juga pertikaian diantara kita di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, kami mengajak kepada semua elemen, baik itu dari instansi pemerintah, tokoh agama, pengusaha, mahasiswa dan juga jurnalis untuk bersama-sama menolak informasi hoaks, ujaran kebencian dan juga isu SARA,” harapnya.(kif/hg)
