Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kader Gerindra Tewas Ditembak Oknum Polri

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara News , pada Senin, 22 Januari 2018 | 12:33 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id-Perkelahian di parkiran tempat hiburan malam Lipss Club, Jalan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor menelan korban jiwa, Sabtu (20/1) dini hari pukul 02.00 WIB. Seorang kader Partai Gerindra Fernano Alan Josua Wowor (25) tewas tertembak. Diduga pelaku penembakan oknum anggota Brimob Briptu AR (26).

Ada dua versi perkelahian yang merenggut nyawa warga Desa Talete Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon, Sulawesi Utara itu. Versi pertama pengakuan rekan korban yang disampaikan Ketua Bidang Advoksi DPP Gerindra Habiburokhman. Menurutnya, Fernando bersama dua rekannya Rio Endika Putra Pradana dan Arif hendak makan di Dunkin Donuts. Ketika itu, parkiran di Dunkin penuh. Mobil ketiganya kemudian diarahkan oleh tukang parkir Lips Club.

“Saat mobil belok, baru kepalanya masuk, mobil diadang oleh satu orang laki-laki muda berkendaraan motor gede merek BMW warna abu-abu,” kata Habiburokhman dalam pesan siarannya, Sabtu (20/1).Pengendara motor itu adalah Briptu AR. Lantaran kesal, Briptu AR menarik gas motornya dan mengadang mobil tersebut.
“Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?”.

Saat itu, rekan korban yakni Arif turun memberikan pengertian, sambil menyarankan Briptu R agar mengambil jalur sebelah kiri mobil, karena jalanan cukup luas untuk dilalui dengan motornya.Namun, Briptu AR telanjur naik pitam seraya mencabut pistol dan mengarahkan senjata itu ke arah mobil. Karena kondisi yang tidak kondusif Rio berusaha mendinginkan dan melerai. Tapi bukannya makin dingin, kemarahan Briptu AR malah semakin menjadi-jadi.

Kemudian, pistol itu diarahkan ke kepala Arif. Melihat situasi yang memanas, Rio dan Arif, pun berusaha merebut pistol itu. Fernando juga akhirnya turun dari mobil dan membantu agar pelaku tak lepas kontrol dengan pistol di tangannya.Warga sekitar juga ikut melerai. Ada yang sempat memukul pelaku karena sikap arogannya. Namun, ketika itu tiba-tiba terdengar bunyi tembakan, dan Fernando terlihat sudah tumbang.Ketika itu di tangan pelaku masih terpegang pistol. Beruntung, Rio langsung memegang kendali sehingga pelaku tak menembak lagi.

“Pistolnya berhasil diambil, posisi di situ, si penembak digebukin oleh banyak orang lain,” imbuh dia.Korban yang tergeletak langsung dilarikan ke RS Vania. Namun, nyawanya tak tertolong akibat kehabisan darah.Sementara itu versi kedua diceritakan Kabidkum Polda Jawa Barat Kombes Pol Bagus Purnomo. Menurutnya, peristiwa tersebut bermula dari keributan antara keduanya di halaman parkir tempat hiburan malam Lipps Club Bogor”Awalnya berpapasan dengan sepeda motor Briptu AR, kemudian keduanya tidak ada yang mengalah,” kata Bagus.

Bagus menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat pria berinisial AF bersama dengan tiga orang temannya akan masuk ke halaman parkir Lipps Club Bogor. “Saat mereka masuk, sepeda motor Briptu AR mau keluar dari lokasi. Ia bersama calon istrinya,” ungkap Bagus.Karena antara motor yang mau keluar dan masuk tidak ada yang mengalah, kemudian FA bersama tiga orang temannya keluar dari mobil, hingga terjadi keributan.

Tidak bisa menahan emosi, kemudian FA memukul anggota Brimob tersebut. Akan membela diri, Briptu AR mencoba mengeluarkan senjata miliknya.Kemudian FA berusaha merebut senjata milik Briptu AR. Saat terjadi rebutan senjata peluru tersebut mengenai dada pria berinisial FA.Melihat rekannya tertembak, kemudian teman-teman FA mengeroyok Briptu AR. Akibatnya FA harus dilarikan ke RS Vania di Jalan Siliwangi Bogor. Namun tidak dapat terlongan, hingga akhirnya meninggal dunia.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid meminta Polri menangani serius proses hukum penembakan Fernando Wowor, oleh oknum anggota kepolisian, Sabtu (20/1) dini hari di Bogor, Jawa Barat.Sodik menuturkan saat ini kasus yang tengah diselidiki secara hukum itu bukan persoalan antara Partai Gerindra dan institusi Polri.
“Ini sedang diselidiki dan ditangani secara hukum, tapi semoga bukan urusan Gerindra dengan polisi,” katanya, Ahad (21/1).

Sodik mengatakan persoalan ini terjadi antara seorang warga negara dengan oknum aparat.”Kami berharap benar hanya urusan seorang warga negara dengan seorang oknum aparat keamanan,” kata wakil ketua Komisi VIII DPR itu.Sodik menuturkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat belasungkawa karena salah satu tim dekatnya wafat. Menurut Sodik, Prabowo sangat peduli kepada hal-hal kemanusiaan seperti ini.”Beliau sangat tenang, minta ditangani dengan tenang dan profesional dan sesuai undang-undang yang berlaku,” ungkap dia.Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, terkait insiden itu, pihaknya tengah melakukan penyelidikan.
“Polri akan proses hukum siapa pun yang bersalah,” kata Iqbal dalam keterangannya, Ahad (20/1).

Iqbal menegaskan, perseteruan antara anggota Brimob tersebut dengan korban murni konflik pribadi.Dia meminta semua pihak tidak mengaitkan konflik tersebut sebagai perseteruan antara Polri dengan Gerindra.”Ini permasalah pribadi perorangan bukan intitusi,” kata dia.Di samping itu, kata Iqbal, Polri turut berduka cita atas meninggalnya Fernando.”Polri turut prihatin adanya korban jiwa dan turut bela sungkawa,” tandas Iqbal.(jpg/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar