Ia menjelaskan, sistem penjagaan ketat yang dilakukan di Lapas Gorontalo lebih diutamakan pada keluar masuknya seluruh orang yang masuk ke dalam Lapas. Baik itu dari pegawai lapas sendiri maupun orang yang berkunjung.
Seperti memeriksa secara ketat barang bawaan bahkan tubuh seluruh orang yang akan memasuki lapas. “Penjagaan ketat ini juga dilakukan semakin ketat menyusul kejadian ditemukannya barang-barang yang tidak bisa di perbolehkan masuk tapi tetap saja masuk kedalam lapas. Seperti narkoba kemudian senjata tajam selanjutnya handphone,”kata fernando Kloer.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Gorontalo, Agus Subandriyo juga menekankan peningkatan penjagaan di setiap lembaga pemasyarakatan. “Saya tidak mau ada lagi isu seperti ini yang berkembang di Gorontalo, mulai besok pemeriksaan harus lebih ditingkatkan, tidak terkecuali terhadap pegawai lapas itu sendiri,” tegasnya.
Agus menambahkan, setiap orang yang ingin masuk ke dalam Lapas, meski mengantongi ijin resmi ataupun urusan kedinasan, harus tetap diperiksa secara teliti, sesuai dengan Standar Operasional yang berlaku.
