Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Karyawan Eka Putra Noho Ajak Umat Hindu untuk Saling Menjaga 

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Legislatif , pada Kamis, 3 Maret 2022 | 14:05 Tag: , , , , ,
  Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, membakar 3 Ogoh-ogoh raksasa yang disiapkan umat Hindu di Wonosari. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pengarakan Ogoh-ogoh pada momentum malam Pengerupukan Hari Raya Nyepi, Rabu 02/03/2022, oleh umat Hindu di wilayah Kecamatan Wonosari, Boalemo, berlangsung aman dan kondusif.

Pantauan Hargo.co.id di Desa Tri Rukun misalnya. Warga, umat Hindu yang melaksanakan Pengarakan Ogoh-ogoh atau Upacara Pembersihan, mematuhi Protokol Kesehatan (Covid-19), hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, yang hadir pada acara itu mengapresiasi ketaatan masyarakat. Baik yang terlibat maupun yang hanya sekedar menyaksikan, tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Virus Corona.

Ketua DPC PDI Perjuangan Boalemo itu mengucapkan terima kasih. Karena telah diundang dan diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Selaku ketua DPRD kata pria yang akrab disapa Eka itu, dirinya akan selalu berupaya berlaku adil terhadap seluruh umat beragama, yang tersebar di Boalemo.

“Jika kemarin saya bersama umat Kristiani di Kecamatan Mananggu, dengan umat Islam di Tilamuta. Maka hari ini, di Wonosari, saya bersama-sama dengan saudara-saudara saya umat Hindu menyambut Hari Raya Nyepi. Kita memang berbeda keyakinan. Tapi kita semua saudara dalam kemanusiaan,” tutur Eka dalam sambutannya, yang sontak mendapat respon gemuruh tepuk tangan.

Bukan tanpa alasan. Dikatakannya, selaku kader partai yang menganut paham Nasionalisme sebagaimana ajaran bapak Bangsa Indonesia Bung Karno, sudah sepantasnya saling menghormati apa yang menjadi budaya dan tradisi oleh masing-masing agama yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, membakar 3 Ogoh-ogoh raksasa yang disiapkan umat Hindu di Wonosari. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)
Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, membakar 3 Ogoh-ogoh raksasa yang disiapkan umat Hindu di Wonosari. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)

“Saya datang ke sini, juga atas dasar perintah Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan pula ibu Puan Maharani, untuk melihat dan menyaksikan seperti apa pelaksanaan kegiatan oleh umat Hindu, dalam menyambut Hari Raya Nyepi 2022. Jujur, mungkin ini perdana saya datang ke sini di acara seperti ini selama Pemerintahan Damai. Untuk itu, mohon dimaafkan, apabila ada kesan negatif di mata bapak dan ibu, saudara-saudara saya umat Hindu yang saya cintai,” ucapnya.

Masih dalam kesempatan yang sama. Eka juga mengajak seluruh umat Hindu, untuk senantiasa selalu bersama-sama, bisa saling menjaga. Agar negara, khususnya Daerah Boalemo. Tetap aman, tentram, dan damai. Ditegaskannya, kerukunan masyarakat harus tetap utuh. Tidak bisa terpecah belah.

“Itu yang diharapkan oleh ibu ketua Umum Megawati Soekarnoputri, tanpa terkecuali oleh kita semua yang berada di tempat ini. Olehnya, mari terus kita junjung nilai-nilai persatuan, nilai-nilai toleransi, dan nilai kemanusiaan yang telah diwariskan oleh orang-orang terdahulu,”pintanya.

“Terima kasih juga saya sampaikan kepada teman-teman dari TNI-Polri yang sudah sama-sama menjaga dan mengamankan kegiatan ini, sehingga berjalan dengan lancar,” tandasnya.

Usai sambutan, tampak Eka yang didampingi Anggota DPRD Boalemo Wahyudin Moridu, dan sejumlah kader PDI Perjuangan itu, disuguhkan obor untuk membakar Ogoh-ogoh hasil karya seni umat Hindu yang telah tersedia. Tak tanggung-tanggung, ia pun langsung membakar 3 buah Ogoh-ogoh raksasa sekaligus, sebelum meninggalkan tempat.

Sebelumnya, acara serupa yang digelar umat Hindu di Desa Bongo Empat, Wonosari, juga dihadirinya. Di Desa Bongo Empat sendiri, pengarakan Ogoh-ogoh dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Boalemo, Anas Jusuf. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 113 times, 1 visits today)

Komentar