Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Karyawan Tewas Tersabet Baling-Baling Helikopter, Dapat Santunan Ratusan Juta Dari BPJS Sulawesi Tengah

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara News , pada Jumat, 20 April 2018 | 22:02 PM Tag: , , , , , , , , , ,
  Muhyiddin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu (foto : Radar Poso)

Hargo.co.id, Morowali – Aris Heni Kurniawan (23), karyawan perusahaan nikel PT. IMIP yang tewas akibat tersabet baling-baling helikopter yang jatuh di lokasi kerja tepatnya di depan Pos 2 di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah sekitar pukul 09.20 pagi tadi segera akan mendapat santunan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut pihak BPJS, jumlah santunan yang akan diterima oleh keluarga sebagai ahli waris korban itu senilai Rp 140 juta ditambah biaya pemakaman Rp 3 juta dan santunan berkala yang akan diterima sekaligus senilai 4,8 juta rupiah. “Estimasi yang akan di terima ahli waris korban senilai Rp 140 juta rupiah dan itu masih akan di tambah dengan biaya pemakaman Rp 3 juta dan biaya santunan berkala Rp 4,8 juta,” ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu, Muhyiddin yang disampaikannya lewat WA kepada Media Radar Poso, Jum’at (20/4/2018) sekitar pukul 20.39 malam tadi.

Baca : Mengenaskan! Korban Tewas Tersabet Baling-baling Helikopter

Untuk proses penyaluran bantuan tersebut pihak BPJS sendiri, sebut Muhyiddin, saat ini masih sedang dalam proses penyiapan dan pelengkapan berkas khususnya yang terkait dengan data korban dan status ahli warisnya. Menurut Muhyuddin, jika berkasnya sudah selesai maka pihaknya akan segera membayarkan santunan yang di maksud.

“Dalam hal ini pihak BPJS tidak ingin berlama-lama karena sistem pelayanan yang kami gunakan adalah sistem menjemput bola. Begitu juga dalam peristiwa yang menimpa karyawan IMIP bernama Aris Heni Kurniawan yang kami ketahui telah terdaftar sebagai peserta BPJS TK sejak bulan Desember 2017 itu. Se-segera mungkin sudah saya perintahkan staf saya untuk meluncur dan melakukan koordinasi dengan pihak PT. IMIP yang ada di sana,” pungkasnya.

2 Kapten & TKA Penumpang Helikopter Tidak Terdata Pada BPJS Ketenagakerjaan

Dua Kapten yang bertanggungjawab dalam kecelakaan helikopter maut di areal kerja perusahaan PT. IMIP yang terjadi sekira pukul 09.20 pagi tadi, Kapten I, Rudi dan Kapten II Deliati Hasiolan Gulo serta 6 Tenaga Kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang ikut serta dalam perjalanan helikopter naas itu ternyata tidak terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan. Data ke 8 orang itu sudah berusaha di deteksi tapi menurut pihak BPJS TK Cabang Palu, Sulawesi Tengah tidak di ketemukan sama sekali.

Baca : Helikopter jenis Chopper Milik PT IMIP Jatuh, Satu Karyawan Tewas

“Kami sudah berusaha mencari data-datanya dan juga sudah berkoordinasi dengan pihak PT.IMIP ternyata mereka belum terdaftar dan masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan padahal sebagai TKA mereka sudah harus masuk dalam keanggotaan peserta BPJS,” jelas Kepala Cabang BPJS TK Palu, Sulawesi Tengah, Muhyuddin kepada Media ini. (hg/rah/radarposo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar