Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kasus ‘Desah Berujung Masalah’, Wali Kota Ini Diperiksa Polisi 4 Jam

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 19 Agustus 2017 | 04:00 Tag: , ,
  Wali Kota terpilih Kendari Adriatma Dwi Putra bersama Istrinya datang memenuhui panggilan polisi terkait kasus 'Desah Berujung Masalah' (elfany/JawaPos.com)

Hargo.co.id – Wali Kota Kendari terpilih Adriatma Dwi Putra atau dikenal ADP telah merampungkan pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia diperiksa dari pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WIB.

Usai diperiksa, ADP bersama istrinya memberikan keterangan kepada awak media. Menurut dia, selama diperiksa, dia dicecar 25 pertanyaan. “Semua sudah selesai proses pemeriksaan dari kami. Kami memberikan klarifikasi, tadi sekitar 25 pertanyaan,” kata dia kepada awak media, Jumat (18/8).

Kader PAN yang bakal menjadi Wali Kota termuda se-Indonesia itu meminta kasusnya agar jangan didramatisir hingga seolah-olah, dirinya memiliki hubungan khusus dengan Destiara Talita atau biasa disapa Tata, perempuan yang mengaku telah ditudirinya dan melaporkanya ke Polisi.

Adriatma saat bersama Tata di Jakarta.

Adriatma saat bersama Tata di Jakarta. (instagram tata)

“Saya kira mungkin tidak perlu didramatisirlah, seperti telenovela. Karena sebenarnya tidak ada apa-apa di antara kami,” kata dia lagi.

ADP menuturkan, dirinya sudah mengklarifikasi kasus yang menyeret namanya itu. “Termasuk mengenai kronologi kejadian asal muasal seperti apa, jadi tadi semua saya sudah berikan keterangan sesuai dengan apa yang terjadi,” ulas dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tata mengakui bahwa, dirinya telah berulang kali ditiduri ADP, salah satunya di Hotel Marina bay Singapura, namun ironisnya tak kunjung dinikahi.

Tata juga mengaku mengenal ADP sejak tahun 2016 merasa tidak terima dirinya dihina dan dicaci maki oleh ADP saat menagih janji nikah siri. Sebab sang pria pernah berjanji akan menikahinya secara siri pada Juni lalu. Namun hingga sekarang janji itu tak kunjung direalisasikan.

Merasa masih punya kesabaran, Tata kemudian kembali menagih janji tersebut pada Juli lalu. Namun bukan kepastian yang Ia dapatkan, Tata justru mendapat kata-kata hinaan menyakitkan dari ADP.

“Saat dihubungi itu malah mencaci maki dengan kata-kata pelacur, orang miskin, bego, begitu lah. Makanya dia enggak terima dan melapor,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono .

Tata menuding ADP telah melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan (pasal 310, 311, dan atau pasal 315 KUHP).

Laporan dari perempuan yang kabarnya berprofesi sebagai model, kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini tercantum dalam LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 08 Agustus 2017.

(dms/elf/JPC/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar