Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kecam Pesta Seks Kaum Gay di Kepala Gading, Begini Respons DPR

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 23 Mei 2017 | 02:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Langkah aparat kepolisian menggerebek praktik prostitusi kaum gay di kawasan Kelapa Gading, tadi malam (21/5) dinilai tepat.

Anggota Komisi VIII DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusomo meminta penyedia jasa pesta haram tersebut, dalam hal ini pemilik ruko dan inisiator acara, dihukum lebih berat.

Alasannya, banyak pekerja seks komersil termasuk para gay yang terlibat dalam pesta tersebut adalah korban perdagangan orang.

“Itu harus didalami sehingga tidak terjadi reviktimisasi dari proses hukum kita. Ini sudah didalami di negara-negara Eropa dengan jumlah TPPO terendah seperti Swedia,” jelas Rahayu kepada JawaPos.com, Senin (22/5).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, kelakuan menyimpang yang melibatkan prostitusi bisa ditindak menggunakan aturan perundang-undangan atau peraturan daerah yang berlaku.

Tapi dia berharap, aturan tersebut tidak hanya berlaku bagi kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) saja, melainkan mereka yang juga melakukan prostitusi.

“Semoga itu bisa dilakukan terhadap semua pelanggar undang-undang dan tidak diskriminasi terhadap kaum LGBT,” pungkas legislator asal Jawa Tengah itu.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara membongkar sebuah praktik prostitusi kaum gay dengan nama kegiatan The Wild One pada Minggu (21/5) malam. Dari penungkapan ini, tim dari Jatanras dan Resmob Polres Jakut menangkap 141 pria yang sedang berpesta gay.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakut AKBP Nasriadi mengatakan, penangkapan ini dilakukan di tempat bernama Altantis Jaya, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

“Di sana kami tangkap 144 orang yang diduga melakukan praktik pesta seks homoseksual,” kata dia kepada wartawan hari ini. (hg/dna/JPG)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar