Rifaldi Mahmud (23) sang owner menyebutkan, ide membuat kedai Kopi Adiguna awalnya hanya sekedar coba-coba dengan teman nongkrong. Dirinya juga tak menyangka jika kedai kopinya itu bisa menarik minat masyarakat.
“Pertama ide ini muncul awalnya kami iseng-iseng aja. Daripada nongkrong gak jelas, kami mendapatkan ide untuk membuat usaha kopi dengan motor sebagai medianya, dan menunya kami menggunakan menu-menu dulu dan sekarang. Untuk kopi kampungnya itu seperti jahe dan kopi modern yaitu menu vietnam coffe,” ujar pemuda asal Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo itu.
Soal harga, pembeli tak perlu repot merogoh kocek dalam-dalam. Rifaldi mematok setiap menunya dengan harga variatif, mulai dari Rp. 7.000 hingga Rp. 18.000.
“Usaha ini belum cukup lama, mungkin baru sekitar 1-2 bulananlah. Setiap hari kami tidak pasang target, kami buka mulai habis isya dan tutup sampai kami bosan, untuk harga biasa dari Rp. 7.000 sampai dengan Rp. 18.000 sesuai dengan kualitas kopi yang kami sajikan,” pungkas Rifaldi sembari menyelesaikan pesanan kopi salah satu warga.(*)
Penulis: Rizki Tahtiar Dalanggo/Mahasiswa Magang UNG
Editor: Ryan Lagili












