Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kedaluwarsa, Panwaslu Tolak Gugatan MATAHARI

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 9 Maret 2018 | 10:58 Tag: ,
  

GORONTALO  Hargo.co.id  – Upaya hukum terus ditempuh pasangan Marten Taha-Ryan F. Kono (MATAHARI). Selain ke Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN), MATAHARI juga ikut mengajukan gugatan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Gorontalo.

Langkah itu dilakukan dengan memperkarakan Surat Keputusan KPU Kota Gorontalo nomor 15/HK.03.1.3-Kpt/7571/KPU-Kot/II/2018. Yaitu keputusan pembatalan pasangan MATAHARI sebagai peserta Pilwako Gorontalo.

Hanya saja, upaya tersebut harus kandas. Pasalnya, gugatan yang dilayangkan pasangan MATAHARI melampaui batas waktu yang ditentukan. Sehingga gugatan MATAHARI dinyatakan kedaluwarsa dan tak bisa ditindaklanjuti oleh Panwaslu Kota Gorontalo.

Ketua Panwaslu Kota Gorontalo Jhon Hendri Purba mengatakan, gugatan yang disampaikan paslon MATAHARI sempat diterima Panwaslu Kota Gorontalo. Namun setelah dilakukan konsultasi dengan Bawaslu RI, gugatan ini ternyata dinyatakan kedaluwarsa.

“Gugatan tersebut tidak bisa diterima, karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan, yakni tiga hari sejak dibacakan. Mereka memasukan gugatan pada tanggal 2 Maret. Putusan KPU dikeluarkan sejak 27 Februari,” ujarnya.

Putusan Panwaslu sudah diperkuat dengan keluarnya surat Bawaslu. Surat tersebut berdasar hasil konsultasi Panwaslu Kota Gorontalo ke Bawaslu RI beberapa waktu lalu.
“Suratnya sudah sampai ke kami, sehingga kami tidak lagi melanjutkan proses registrasi gugatan yang dilayangkan tersebut,” kata Jhon. Karena itu Jhon menegaskan, gugatan pasangan MATAHARI tidak akan dilanjutkan.

Sementara itu Tim Pemenangan MATAHARI belum berkomentar banyak terkait penolakan gugatan di Panwaslu. Sekretaris Tim Pemenangan Totok Bachtiar menegaskan bila pihaknya masih fokus pada upaya hukum di PT TUN dan Mahkaham Agung.

Sebelumnya, KPU Kota Gorontalo melalui SK nomor 15/HK.03.1.3-Kpt/7571/KPU-Kot/II/2018, yang menindak lanjuti putusan sidang musyawarah penyelesaian sengketa pilkada tahun 2018 tanggal 26 Februari 2018. SK inilah kemudian yang digugat oleh paslon Matahari. (tr-45/ndi)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar