Sabtu, 29 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kehilangan Teman

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Selasa, 28 Desember 2021 | 10:05 AM Tag: , , ,
  Kehilangan Teman - DI'SWay

Oleh : Dahlan Iskan

TIDAK bisa dimengerti: jelas-jelas ia menembaki teman-teman sekolahnya. Masih juga bisa menyatakan di depan hakim: merasa tidak bersalah. Empat siswa di SMA Oxford, Michigan, sampai tewas –tanggal 30 November lalu. Banyak lainnya luka-luka –termasuk seorang guru.

Ethan Crumbley,15 tahun, si penembak itu, tetap mengatakan tidak bersalah. Berarti akan ada sidang pengadilan untuk kasus ini. Akan dibentuk dewan juri: merekalah yang akan memutuskan Ethan bersalah atau tidak.

Bisa jadi proses pengadilannya panjang. Akan ada adu argumen rumit-nan-subjektif: soal kejiwaan. Jangan-jangan siswa kelas 2 SMA itu, Ethan Crumbley, hanya merasa hari itu ia lagi sekadar menembaki burung. Anak remaja itu memang lagi depresi. Sejak enam bulan sebelumnya. Terutama sejak ditinggal teman satu-satunya yang ia punya.

Menurut harian Detroit News, enam bulan lalu itu, anjing Ethan mati. Ia sangat terpukul. Sejak itu Ethan sangat terobsesi untuk punya senjata. Rupanya orang tua Ethan tahu itu. Sebulan sebelum Natal dibelikanlah pistol semiotomatis. Sekalian sebagai hadiah Natal baginya. Lalu diajaklah sang anak ke lapangan tembak. Ia latihan menembak di situ. Hanya di arena seperti itu anak di bawah umur boleh memegang senjata api.

Saya juga tertarik pada fakta ini: Ethan menyimpan kepala burung di toples. Toples itu ia taruh di lantai di kamar rumahnya. Kepala burung itulah yang kemudian ditemukan di toilet sekolah –di hari penembakan. Rupanya Ethan membawanya ke sekolah. Apakah burung itu yang dipakai uji coba pertama pistol barunya? Tapi mengapa burung? Apa hubungannya dengan kematian satu-satunya temannya itu?

Kematian teman itu pula kah yang membuat Ethan merasa hidupnya tidak lagi berguna? Ethan memang diketahui ”curhat” soal hidup yang tidak berguna tersebut. Itu ditemukan di lembaran buku yang biasa dipakai mengerjakan PR untuk mata pelajaran matematika. Guru di SMA itu sempat mengabadikan goresan Ethan di HP sang guru.

Kini foto itu beredar luas di media. Jaksa cantik Karen McDonald menyertakan foto itu di berkas perkara. Lalu tersiar luas. Karen menyebutkan, seharusnya orang tua Ethan yang ambil peran besar. Orang tua harus peduli dengan keadaan anaknya yang lagi depresi. Tapi orang tua justru membelikan senjata api. Pun tidak melaporkannya ke sekolah.

Padahal, bentuk hadiah Natal itu sangat berbahaya di tangan orang yang lagi depresi. Kata Jaksa, orang tua Ethan harusnya punya waktu lebih banyak untuk anaknya. Tapi perhatian ayah Ethan lebih pada kuda-kudanya.

Ia lebih sering di kandang kuda. Sekali kunjungan bisa tiga jam di kandang itu. Demikian juga ibunda Ethan. Ternyata juga punya piaraan sendiri –seorang lelaki yang bukan suaminyi.

Di hari penembakan itu sang mama diketahui lagi komunikasi dengan si boyfriend. Kedua orang tua Ethan itu kini juga ditahan di penjara bagian barat kota Detroit. Tiga-tiganya ditahan di situ. Tidak bisa saling berkomunikasi. Sidang pengadilan yang sekarang ini bukanlah sidang perkara pokok itu sendiri. Melainkan sidang khusus atas permintaan pembela orang tua Ethan. Yakni sidang masalah uang jaminan.

Orang tua Ethan menghendaki agar uang jaminan bisa turun dari masing-masing USD 500.000 ke USD 100.000. Jaksa berkeras tidak boleh ada penurunan uang jaminan. Orang tua Ethan itu mencurigakan. Bisa kabur. Ketika dicari mereka tidak ada di rumah. Pun sampai tanggal 3 Desember. Akhirnya polisi memberi batas waktu menyerah sampai pukul 16.00 tanggal 3 Desember itu. Tidak lama setelah batas waktu itu, polisi mengumumkan: mulai melakukan pengejaran. Juga mulai memasang “WANTED” (lihat foto). Bagi yang mengetahui keberadaan mereka polisi menawarkan hadiah sampai 10.000 dolar. Pengumuman itu cepat menyebar –terutama soal USD 10.000 dolar.

Batas waktu itu pun lewat. Enam jam kemudian polisi menerima telepon dari seseorang: ia melihat wanita yang dicari polisi itu. Malam itu si penelepon lagi mau parkir mobil di dekat kantornya. Tidak banyak mobil yang ada di area parkir itu. Ia melihat salah satunya merek KIA –seperti yang dicari polisi. Yakni KIA hitam baru (2021).

Si Penelepon tidak jadi parkir. Mobilnya ia putar dulu di situ: agar bisa memastikan KIA tersebut benar-benar yang dicari polisi. Benar. KIA Seltos SUV. Hari sudah malam. Hampir jam 23.00. Dingin sekali, hanya saja tidak bersalju. Meski sudah gelap ia masih bisa memotret nomor polisi di mobil itu: pasti! Polisi menghubunginya. Untuk memastikan posisinya.

Bahkan Si Penelepon memberi info tambahan: “Wanita yang dimaksud ada di sebelah mobil. Lagi duduk,” katanya. “Kepalanya ditutup tudung,” tambahnya. Bagaimana ia bisa tahu? “Saya jalan memutari mobil itu,” jawabnya.

Setelah lewat pukul 00.00 polisi akhirnya datang ke lokasi parkir di sebuah gedung di Bellevue Street. Lokasi itu hanya 1 jam dari perbatasan Kanada. Polisi mencurigai, malam itu James dan Jennifer Crumbley akan melarikan diri ke Kanada. Ia sudah mengambil uang dari ATM sebanyak USD 4.000. Ia juga punya uang lain USD 11.000. Kudanya sudah dijual. Rumahnya pun sudah ditawarkan untuk dilego. Detektif sudah menghubungi pengacara James dan Jennifer Crumbley sejak tanggal 2 Desember siang. Nama pengacara itu: Shannon Smith. Seorang wanita.

Tanggal 3 Desember, Jumat siang, detektif kembali kontak pengacara. Tidak segera mendapat jawaban. Rupanya Shannon lagi bersidang di pengadilan. Lewat pukul 17.00 barulah Shannon mengirim jawaban: “Saya baru keluar ruang sidang. HP saya penuh dengan 400  teks dan missed call. Hari ini hari gila,” jawab Shannon.

Dia seperti minta maaf tidak bisa cepat menjawab. Hari itu Shannon juga lagi sibuk soal rumah. Dia lagi menjual rumah. Hari itu adalah open house. Yakni jadwal bagi para peminat untuk melihat keadaan rumah –luar-dalam.

Di Amerika tidak sembarang waktu calon pembeli bisa melihat rumah yang dijual. Agen penjualan yang menentukan: tanggal berapa bisa datang. Jamnya pun ditentukan. Biasanya jam 10.00 sampai 14.00. Saat open house itu tidak boleh ada orang dan binatang piaraan di rumah tersebut. Pemilik rumah juga dilarang di lokasi.

“Hari ini terpaksa empat anak saya dan anjing, saya bawa ke kantor,” tulisnyi. “Saya akan segera hubungi mereka agar menyerahkan diri,” tulis Shannon. Click On Detroit, lewat produsernya, Kayla Clarke, menggambarkan sangat bagus jalannya dialog antara detektif dengan Shannon.

Detektif menjawab: kami senang kalau mereka segera menyerahkan diri, sehingga mereka bisa menghindari media. Tapi kalau sampai ditangkap mereka akan ditengkurapkan di tengah jalan. Kami berharap itu tidak terjadi. Dijamin.

Shannon membalas: saya tidak tahu di mana mereka sekarang. Tapi mereka bilang akan kembali untuk menyerahkan diri. Saya sudah melakukan pembicaraan telepon dengan mereka beberapa kali. Besok jam 07.00 saya sampaikan hasil pembicaraan itu. Telepon James lagi kehabisan baterai. Tapi saya bisa bicara dengan Jennifer. Detektif: OK saya mengerti. Tapi jalan terbaik dan tidak perlu ribut-ribut adalah menyerahkan diri. Shannon: thanks. Saya sudah beri tahu mereka seperti itu. Mereka akan lakukan. Itu sudah hampir jam 11 malam.

Detektif masih terus kirim teks: mereka harus tahu, kian lama menyerah akan kian tinggi uang jaminannya. Shannon: pasti begitu. Saya ingin hari ini juga mereka menyerah. Tapi saya tidak bisa dapat info perkembangannya dengan cepat. Mereka awalnya ingin menyerah pada hari Senin pagi depan. Saya bilang, tidak. Detektif: Ok.

Anda kan sudah punya nomor saya. Ketika menjawab yang terakhir itu sang detektif baru saja mendapat info dari si penelepon. Info itu juga disampaikan ke Shannon. Shannon: Saya belum berhasil kontak ke Jennifer. Apakah mereka sudah ditangkap? Detektif: belum. Tapi rasanya mereka semakin kedinginan. (Rupanya soal dingin inilah yang membuat mereka pindah ke parkir di gedung).

Akhirnya mereka ditangkap di gedung itu. Hari Jumat baru saja bergeser ke Sabtu 4 Desember. Hakim masih belum memutuskan apakah permohonan mereka–untuk turun jadi 100.000 akan dikabulkan. Sidang berikutnya baru dilakukan awal Januari depan. Libur. Libur. Libur –hanya Disway yang tidak. Dan Anda. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Muktamar Minoritas

Amat
Yes. US7 (Yu Es Seven) is back. Udin Salemo 7

Aryo Mbediun
Tetanggaku p Ismail punya keponakan p Ibrahim. Bulan lalu mereka hadir arisan di rumah p Ridwan. Jare p RT, di rumah malaikat hadir para nabi. Hahahaha…

Maramuda Sahala
banyak kasus salah transliterasi dari Arab ke latin di Indonesia. terutama sebelum era akta kelahiran. dalam banyak kasus, termasuk kasus saya, dilakukan oleh guru SD yg jaman dulu tidak ada akta kelahiran. jadi ngarang sendiri dan tidak tanya ke ortu murid. Misalnya, أحمد mestinya ditulis Ahmad. tapi oleh admin SD ditulis Akhmad. Jadilah itu nama sampai ijazah Doktor. mungkin kasus gus Yahya Tsaquf juga demikian. Ejaan yg benar dalam transliterasi indo  semestinya Tsaquf. Dalam transliterasi orang Arab dan orang Barat ditulis Thaquf. Karena huruf th dalam bahasa inggris three itu bunyinya sama dg ts dalam tsanawiyah. oh ya, tentang tulisan Arabnya, kemungkinan besar adalah  (ثَقُف) tanpa huruf wawu. Menurut kamus Lisanul Arab, kata tersebut adalah isim fa’il (pelaku perbuatan dg makna orang yang pintar/cerdas) dari fi’il madhi (ثَقُف) dg dhommah qofnya dan (ثَقِفَ) kasrah qof-nya. Isim fa’ilnya ada lima bentuk yaitu:.(ثِقْف),  (ثَقِف), (ثَقِيْف), (ثَقُف), (ثَقِيْف). Jadi, tidak ada kata tsaquf yg memakai huruf wawu (ثقوف)

Pak Choy Gurunya Manusia
Wah gak bisa copy paste ternyata. Terlahir dengan nama belakang Tsaquf, tertulis Staquf karena kesalahan penulisan ijazah SD dan dibiarkan sampai sekarang.  Sumber fb zainal wong wongan

Arif Rahman
Sy belum menemukan arti staquf di google translate dalam bahasa apapun. Yg ketemu hanya suku kata depannya : sta (italia) artinya adalah chta (rusia) artinya apa sta (bosnia) artinya apa

Robban Batang
Guyon ala Mbah Nun. Orang Muhammadiyah yang merokok mazhabnya Malikiyah, panutannya Pak Malik Fajar yang perokok . Yang tidak merokok mazhabnya Syafi’i,panutannya Pak Syafi’i Ma’arif yang di eranya(?) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa rokok haram. Atau ikut Pak Din Syamsuddin yang jadi bintang iklan gratis rokok Dji Sam Soe. Apakah Pak Din Syamsuddin ada keturunan Madura yang suka mengulang suku kata terakhir digabung ke kata utama? Din Sam Su Din tak iye…

Terjemahan lirik lagu
Segitu tidak amannya Pakistan sampai-sampai hotelnya berpenjagaan bak penjara. Semoga Indonesia tercinta ini tetap aman tenteram sentosa. Meski banyak percikan karena politik, mudah-mudahan begitu perhelatan 5 tahunan ini usai, percikan itu juga padam. Amin

Ibnu Kembar
Adakah di daerah anda, jamiyah tahlilan atau yasinan yang tidak mau didaftar kegiatan NU? 2. Adakah negara yang berediologikan agama rakyatnya makmur, rukun sentosa dan maju baik sains dan teknologinya? 3. Siapa yang menganggap bahwa FPI, HTI, Wahabi bahkan teroris adalah kelompok-kelompok yang lagi kebingungan membangun bentuk ideal peradaban dunia? Sepertinya tiga itu yang menjadi titik fokus Gus Yahya dalam menahkodai PBNU priode ini. Untuk mengenal pemikiran beliau lebih jauh. Silahkan membaca buku karya beliau dengan judul “PBNU, Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama” atau vedionya saat lounching buku itu!.

Robban Batang
Karena kalau ada orang yang minum minuman manis,yang manisnya dari gula pasir/tebu,meskipun minum satu gentong tidak merugikan orang di sekitarnya. Beda dengan menghisap rokok, meskipun cuma sebatang,yang kalau ada nikmat/manfaatnya, cuma dia yang merokok.Orang sekitarnya dapat asap bekas yang sudah melewati mulut ,hidung, tenggorokan. Kalau mau didramatisir ekstrim,menghisap asap rokok orang lain seperti menjilat ludah orang lain .Hiiiih,jijik,

Dwibam
gula lebih bahaya daripada rokok dan ngga ada yg ngerecokin bisnis gula

mamu m
Agama Hindu yang berkembang di Nusantara, tidak sama dengan agama Hindu di India. Jadi agama yang dikatakan Hindu, pada jaman Majapahit, Sriwijaya, atau bahkan Bali sekarang, adalah agama Hindu yang bisa beralkulturasi dengan agama dan budaya setempat. Sehingga masih bisa dibilang, agama lokal, bukan impor. Moyang kita baru bisa membuat tulisan, setelah menggunakan aksara yang dipengaruhi oleh India. Sebelum itu? Moyang kita tidak memiliki catatan tertulis apa pun. Penemuan tulisan secara mandiri dan independen itu sangat2 sulit.

Tobacco sudah didomestikasi 12.300 tahun yang lalu (search Google: 12300 tobacco bbc), di Mesoamerican. Digunakan untuk seremoni keagamaan lokal dan perawatan medis. Baru bisa sampai Eurasia setelah Columbus 1492. Yah, ternyata tidak maha tau, ya karena nabi2 Yahudi hanya berada di sekitar wilayah sempit saja. Beda dengan alkohol yang sudah diketahui di Timur Tengah. Tebu, asalnya dari Papua. Tiba di Timur Tengah 400 SM. Tiba di Eropa setelah 900 M. Sebelum ada gula tebu, orang2 pakai madu untuk pemanis. Dan baru tiba di benua Amerika setelah Columbus 1492..

Botol Cuil
kalau rokok ada dari dulu saya yakin Rasul tidak merokok, karena dulu belom ada jadi dalil yg dipakai yg sesuai aja dengan pendekatan masing2, jangan karena diabet dan hipertensi mematikan nanti dicarikan dalil gula garam dan minyak jadi karom

Zo
Saya tidak suka nonton bola tapi tim favorit saya MU. Itu hanya karena Gus Dur juga jagoannya MU. Itu juga bukan karena beliau suka bola, hanya karena namanya mirip NU.

thole
makanya ejaan nama orang jawa yang pake nama muhammad banyak banget, moch, moh, muh, mukh, mokh,  mochamad, mochammad, mohamad, mohammad, muhamad, muhammad, mukhamad, mukhammad, mokhamad, mokhammad, , mukamad, mukammad.  ada yang bisa nambahi ??

Hariyanto
Aalamin jadi ngalamin. Apakah aabalin bisa diucapkan jadi ngabalin ?

Zaenul Husni
Anda islam apa..? Anda sudah tau  Islam Nusantara atau Islam NU, Islam Muhammadiyah, Islam Liberal, Islam Khilafah, Islam Tasawuf dan lain-lain..  Lha baiknya ikut islam yang mana? Semua bilang mereka paling islam

Sadewa
kalau kata kyai saya dulu, kalau kamu merokok, nanti akan ada rejeki yg turun buat beli rokok. Sebaliknya kalau gak merokok, gak akan ada rejeki buat beli rokok. Rokok punya rejekinya sendiri….hehe

Mirza Mirwan
Perokok punya “dalil” sendiri, Bung Robban. “Warko’uu ma’ar rooki’iin” — dan merokoklah bersama para perokok. “Rokki’ walaa nusuuro” — Merokoklah dan jangan susuran (nginang). “Afdholur roko’i ba’dad dahaar” — Yang paling utama merokok itu setelah makan. Masih banyak “dalil” para perokok dari teman² saya dulu, tapi banyak yg kelupaan. Maklum sudah lebih dari 40-an tahun yg lalu sih.

Robban Batang
Jangan makmum sholat kepada orang yang masih merokok. Tunggu orang itu menyelesaikan ududnya dulu,wudhu baru sholat. Jangan juga makmum sholat kepada orang yang masih memakai sarung dan peci Tunggu dulu orang itu selesai mamakai sarung dan pecinya ,baru makmum.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar