Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kejati Tahan Oknum Pengacara

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 30 Maret 2018 | 11:50 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id– Hanya berselang sekitar sepekan. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo kembali unjuk gigi dalam memberantas praktek korupsi. Kamis (29/3) dini hari, Kejati Gorontalo menahan seorang oknum pengacara Ismail Melu.

Penahanan Ismail Melu itu merupakan pelaksanaan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung (MA) berkaitan kasus korupsi pembebasan lahan PT Pabrik Gula Sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ismail terjadi sekitar
2005. Saat itu, Ismail Melu menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum PTPG Tolangohula.

Ismail dianggap orangyang paling bertanggung jawab dalam dugaan penggelembungan anggaran pembebasan lahan di PTPG Tolangohula. Kasus ini merugikan sebesar Rp 110 juta. Kepala Kejati Gorontalo Firdaus Dawilmar menjelaskan, setelah diputus tahun 2007 silam, terpidana Ismail Melu sempat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Sayangnya, saat itu berkas perkara sempat tercecer. Pada 2016, Kejati Gorontalo mempertanyakan kembali kelanjutan perkara itu kepada MA. Hasilnya, pada tahun 2017, MA kemudian memutus perkara itu dan menguatkan putusan pengadilan sebelumnya dengan mejatuhkan vonis dua tahun penjara dengan denda Rp 10 Juta dan subsider tiga bulan.

“Karena kasus ini terjadi tahun 2005, maka pasal yang dikenakan kepada terpidana masih undang-undang lama, yaitu, undang-undang nomor 3 tahun 2001,” terangnya. Firdaus menambahkan, rangkaian pelaksanaan eksekusi,terhadap terpidana kasus korupsi

Ismail Melu sendiri dilakukan karena pihaknya sudah menerima petikan putusan dari MA. “Soal tadi ada keluhan dari terpidana tidak pernah menerima pemberitahuan, kami memang tidak diwajibkan menyampaikan pemberitahuan eksekusi kepada terpidana yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

Tidak perlu ada pemberitahuan, cukup kita langsung datangi kita sampaikan petikan putusan, kemudian kita laksanakan,”tegasnya. Sementara itu, Ismail Melu di Kejati Gorontalo sendiri sempat memberikan pembelaan diri.

Menurutnya, dia tidak pernah mendatangi kantor Kejati Gorontalo karena memang belum menerima salinan putusan serta tidakmenerima pemberitahuan terhadap putusan kasus itu. “Saya proaktif pak, cuma saya memang belum pernah dapat salinan putusan,” kata IM.(tr-45/hg)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar