Kelapa Sulit Didapatkan, Petani Panen Lebih Awal

×

Kelapa Sulit Didapatkan, Petani Panen Lebih Awal

Share this article
Sejumlah petani saat melakukan panen kelapa muda.

GORONTALO, Hargo.co.id – Para pengusaha kopra di Gorontalo kini harus bersaing dalam memperoleh stok kelapa. Pasalnya, sejumlah petani kelapa di Gorontalo, saat ini mulai melakukan panen kelapa di saat kelapa masih muda.
Kelapa muda tersebut dijual ke sejumlah pedagang es kelapa muda yang semakin hari kian menjamur.

Keputusan petani untuk menjual kelapa dalam usia muda itu cukup beralasan. Sebab, jika dilihat dari segi keuntungan dan penghematan waktu panen, kelapa muda jauh lebih unggul. Dari segi harga, para petani menjual kelapa muda Rp 2 ribu per butir dan panen kelapa muda bisa dilakukan setiap dua bulan.

Sementara itu, panen kelapa tua harus menunggu waktu 3-4 bulan dan setiap kg daging kelapa tua basah (3-4 butir kelapa) dibanderol dikisaran Rp 3-4 ribu per kg. Ridwan, petani kelapa di Kabupaten Bone Bolango mengatakan, sebelumnya, ia bersama sang istri selalu melakukan panen kelapa di saat buah kelapa sudah tua.

“Namun sejak beberapa tahun belakangan saat banyak yang butuh kelapa muda, kami mulai melakukan panen lebih cepat,” ungkapnya. Apalagi, pada ramadan, menurut Ridwan, sebagian besar petani memilih menjual buah kelapa masih muda ketimbang sudah tua untuk dijadikan kopra. “Kalau jual masih muda tidak begitu repot. Tetapi biasanya ada juga stok kelapa tua, kalau permintaan kelapa muda belum ada, kelapa yang sudah lewat umur panen akan kami jadikan kopra,” ujarnya.dd

Dalam sekali panen, Ridwan mengaku, setiap satu pohon kelapa bisa menghasilkan 20 butir kelapa muda dalam sebulan.Sementara itu, Dama, salah seorang penampung kopra mengatakan, makin banyaknya usaha es kelapa muda menyebabkan stok kelapa untuk bahan baku kopra mulai sulit diperoleh. “Kalau dulu melimpah, sekarang tinggal sedikit, itu pun kelapa kami dapat dari orang orang yang sudah jadi langganan saja,” tuturnya.(dan/hg)