Kemarin Kawanan Ayu Ting- Ting dan Inul Ditemukan, Tapi.!!

×

Kemarin Kawanan Ayu Ting- Ting dan Inul Ditemukan, Tapi.!!

Share this article
Ilustrasi Hiu Paus di Gorontalo. (foto istimewa Wawan Iko)

hargo.co.id GORONTALO – Memasuki hari ketiga. Kemunculan hiu paus tak lagi nampak di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango. Kuat dugaan 17 ekor ikan berukuran raksasa itu telah bermigrasi ke perairan lain. Meski begitu, masih ada kemungkinan hiu paus kembali lagi ke perairan Desa Botubarani.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr.Hafidz OLii mengungkapkan, kemungkinan kawanan hiu paus ini kembali ke perairan Gorontalo tepatnya di pantai Botubarani masih ada. Walaupun memang persentasenya cukup kecil.

“Kalau kondisi serta ekosisitem Pantai Botubarani kembali seperti awal hiu paus itu datang, bisa saja kawanan hiu paus itu kembali ke Botubarani. Meski memang persentase kemungkinannya cukup kecil dan bisa berlangsung cukup lama,” ujar Hafidz.

Menurut Hafidz Olii, fenomena hilangnya hiu paus di pantai Botubarani sendiri merupakan hal yang biasa. Sebab, fenomena tersebut sudah sering terjadi di sejumlah titik kemunculan hiu paus di Indonesia.

“Sepengetahuan saya, selain Gorontalo, ada tiga lokasi lain di Indonesia yang menjadi tempat kemunculan kawanan hiu paus. Yakni Pangandaran, Bali, dan Teluk Cendrawasih,” ujarnya.

Namun, untuk wilayah Gorontalo sendiri cukup berbeda, karena sebelum dikabarkan hilang 17 ekor hiu paus itu sempat menetap cukup lama di pantai Botubarani. “Dulu juga di Pangandaran hiu paus sempat dikira akan menetap, tapi ternyata dalam periode atau musim tertentu tidak terlihat di sana,” ungkapnya.

Karena itu Hafidz Olii menegaskan, sinyalemen kepergian hiu paus karena ramainya aktivitas warga maupun pengunjung adalah tidak benar. Karena secara teori, kemungkinan pindahnya hiu paus dari lokasi yang sempat ditempatinya cukup lama, sebagian besar disebabkan oleh tiga faktor.

Pertama, perubahan arus laut yang menyebabkan kondisi fisik seperti suhu, maupun pola arus. Kedua, makanan berubah, dan ketiga sedang memasuki masa pemijahan atau masa kawin, urainya.

Hafidz mengungkapkan, hasil penelitian tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) beberapa waktu lalu, hiu paus di Botubarani masih tergolong anak hiu paus.

Makanya kemungkinan mereka berpindah karena sedang memijah dan masa kawin, kecil kemungkinannya,” ungkapnya. Sementara itu pencarian hiu paus di lokasi pantai Botubarani terus berlanjut hingga kemarin (15/8). Sejumlah warga bersama pengelola wisata hiu paus menaburkan makanan berupa limbah kepala udang di tujuh lokasi yang menjadi kemunculan hiu paus.