Hargo.co.id, GORONTALO – Motif kematian Briptu RF (28) mulai terungkap.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Semarang, polisi yang kesehariannya bertugas sebagai Spripim di Polda Gorontalo itu, diduga melakukan aksi bunuh diri lantaran hubungan asmara.
Menurut kerabat almarhum Muhammad Shoqib yang ditemui Ahad (26/3/2023), almarhum akan bertunangan dengan pujaan hati pada tahun ini.
“Dia belum berkeluarga. Katanya sih iya, mau lamaran. Sama orang mana saya kurang tahu. Rencana tahun ini, tapi persisnya kapan kurang tahu juga,” kata Muhammad Shoqib.
Briptu RF tercatat sebagai warga Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Meski jenazah baru akan dipulangkan hari ini, namun pada Ahad kemain rumah almarhum dipadati warga sekitar untuk takziah. Di luar rumah terdapat beberapa karangan bunga. Di antaranya, dari komandan Kompi 3 Batalyon Pelopor dan Kombespol Samsu Arifin, Wadirtipideksus Bareskrim Polri.
“Ini pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah,” ungkap Shoqib.
Sesuai rencana, korban dimakamkan di TPU di Kota Semarang.
Shoqib menyatakan, pihak keluarga masih berduka dan syok, terutama ibu korban, Muniroh.
Menurut Shoqib, Briptu RF sangat tertutup, sehingga keluarga kaget ketika mendengar kabar jika almarhum telah tutup usia dengan cara bunuh diri.
“Dia orangnya tertutup, jarang cerita. Jadi, saya ya benar-benar kaget. Pihak keluarga juga tidak tahu ada masalah apa,” katanya.
Briptu RF merupakan anak ketiga dari pasangan Muniroh dan Muslih. Menempuh pendidikan SD hingga SMA di sekitar Kota Semarang.
Shoqib menyebutkan, kerabatnya itu menjadi anggota Polri setelah lulus SMA atau sekitar 2021. Setelah lolos pendaftaran, dia sempat bertugas di Jakarta. Tak lama kemudian, RF pindah tugas ke Gorontalo.
Almarhum sendiri ditemukan di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo dengan kondisi sudah tak bernyawa.
Menurut Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, Briptu RF meninggal dunia karena luka tembak dibagian dada.
Wahyu berjanji, pihak akan menelisik lebih dalam kematian Briptu RF. Penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan.(*)
Penulis: Rendi Wardani Fathan
